Berita Kalteng

Antisipasi Penyelundupan, Pengiriman Kayu Pakai Sisfo Online

Pemerintah semakin ketat dalam melakukan pengawasan terhadap produksi kayu untuk dikomersilkan melalui perusahaan HPH

Antisipasi Penyelundupan, Pengiriman Kayu Pakai Sisfo Online
(banjarmasinpost.co.id/faturahman)
Ketua APHI Kalteng, Achwan 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA - Pemerintah semakin ketat dalam melakukan pengawasan terhadap produksi kayu untuk dikomersilkan melalui perusahaan HPH, agar tidak terjadi eksploitasi secara jor-joran dan tetap terpantau ketika perusahaan memproduksinya.

Salah satunya dengan menerapkan sistem informasi yang dilakukan secara online (Sisfo Online) yang diberlakukan dalam setiap pengiriman kayu.

Dengan sisfo Online barang yang dikirim semunya sudah terdata dengan dan mudah dilacak, karena ada barcode dalam setiap batang kayu yang dipasang sejak kayu ditanam hingga dikirimkan untuk dipasarkan.

Ketua Komisariat Daerah (Komda) Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI) Kalteng, Achwan, Kamis (20/6/2019) mengatakan, saat ini semua produksi kayu yang dikirim dari Kalteng keluar provinsi sangat mudah dideteksi, karena memakai sisitem informasi secara online.

Baca: Seragam Dewan Telan Rp1,3 Miliar, Dosen FH ULM Muhammad Erfa Redhani : Kinerja Lebih Utama

Baca: Pengobatan Gratis, Pendaftaran Tetap Bayar Bila Tidak Punya Jaminan Kesehatan

Baca: Kadisdik Banjarmasin Agus Totok Daryanto : Zonasi di Jawa Lebih Kejam

Baca: Keberadaan Agung Hercules yang Keluar Rumah Sakit, Pilih Pengobatan Alternatif Obati Kanker Otak?

Menurut dia, semua data tentang kayu yang dikirim keluar sudah tercatat secara online , demikian juga posisi kayu atau asal -usul kayu yang dipasarkan juga mudah diketahui dengan penggunaan sistem tersebut, untuk menghindari penyelewengan dalam produksinya.

Dikatakan, penggunaan sistem tersebut sudah diatur oleh Kementerian Kehutanan yang kemudian diterapkan oleh perusa haan perkayuan di Indonesia termasuk perusahaan yang tergabung dalm anggota APHI di Kalimantan Tengah.

"Ini untuk menghindari terjadinya penyelundupan kayu dari Kalteng , khususnya, makanya dipakailah sistem Sisfo tersebut, sehingga jumlah kayu yang diproduksi benar-benar terdata dengan baik. Sebnyak 80 persen anggota APHI juga sudah memiliki sertifikat, sehingga wajib mengikuti aturan yang ditetapkan," ujarnya.

Baca: In Memoriam Penulis Kamus Bahasa Banjar, Abdul Djebar Batal Lanjutkan Karya

Baca: Si Palui: Burung Hantu

Baca: Penyembuhan LGBT Secara Psikologis

Sementara itu, data yang terhimpun dari Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI) Kalimantan Tengah, tercatat jumlah anggota APHI Kalteng mencapai 69 unit HPH dan 10 untuk HTI.

Kemudian, sebanyak 80 persennya sudah bersertifkat, produksi kayu di Kalteng dalam setahun mencapai 1,7 juta meterkubik -1,9 juta meterkubik pertahun dengan target tahun ini mencapai dua juta meter kubik. (banjarmasinpost.co.id /faturahman)

Penulis: Fathurahman
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved