Berita Regional

Berenang dengan Batang Pisang, 2 Anak Tewas Tenggelam di Sungai Citepus

Kedua bocah yang tercatat sebagai warga Kampung Pasir Mangga RT 007 RW 003 Desa Cimanggu, kecamatan setempat ini terbawa arus dan ditemukan tewas

Berenang dengan Batang Pisang, 2 Anak Tewas Tenggelam di Sungai Citepus
via BANJARMASINPOST.co.id/muhammad elhami
Ilustrasi - Pencarian dua bocah tenggelam di Sungai Citepu 

BANJARMASINPOST.CO.ID, SUKABUMI -  Meski tidak bisa berenang, Abdul Manar (16) dan Abdul Latif (11) tergoda untuk bermain di sungai Citepus di Leuwi Asin, Sungai Citepus, Desa Cimanggu, Kecamatan Palabuhanratu, Sukabumi, Jawa Barat.

Namun naas, Kedua bocah yang tercatat sebagai warga Kampung Pasir Mangga RT 007 RW 003 Desa Cimanggu, kecamatan setempat ini terbawa arus dan ditemukan tewas, , Rabu (19/6/2019).

"Ya benar telah terjadi kecelakaan dua orang tenggelam di sungai yang mengakibatkan meninggal dunia. Kejadiannya siang," kata Kapolres Sukabumi AKBP Nasriadi dalam keterangan tertulis yang dilansir Kompas.com Rabu malam.

Dia menuturkan, hasil keterangan sejumlah saksi kedua korban yang meninggal dunia ini tidak bisa berenang. Saat berenang di sungai, kedua korban ini memanfaatkan potongan pohon pisang sebagai pelampung.

Baca: Sri Sultan Pertanyakan Rencana Jalan Tol Langsung Terhubung Airport, Yogyakarta Dapat Apa?

Baca: Nama Sudah Diumunkan, Ini Alasan Haris Azhar Tolak Jadi Saksi Tim Hukum 02 di Sidang MK

Baca: Saksi BPN Prabowo-Sandi, Said Didu : Dewan Pengawas Anak Perusahaan Masuk Kategori Pejabat BUMN

Baca: Penampakan Kekasih VJ Laissti Pasca Heboh Suapi Ariel NOAH, Sempat Foto Bareng Eks Sophia Latjuba

Namun, lanjut Nasriadi, pohon pisang tersebut tidak kuat menahan beban kedua korban. Akhirnya kedua korban yang tenggelam dan terus hanyut terbawa arus sungai yang cukup deras.

Menurut dia, salah satu korban, Abdul Manaf sempat melambai-lambaikan tangan meminta tolong. Lambaian tangannya itu terlihat oleh salah seorang temannya yang sedang berada di pinggir sungai.

"Melihat temannya tenggelam di sungai, teman-temannya langsung meminta pertolongan warga. Keduanya akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia oleh warga Kampung Tugu yang baru pulang dari kebun," jelasnya.

Nasriadi menjelaskan, kronologi kecelakaan di sungai ini berawal pada pukul 09.00 WIB sekira 10 orang berangkat ke sungai di Leuwi Asin bertujuan untuk memasak dan berenang.

Pada waktu dzuhur, kata dia, mereka menunaikan sholat dzuhur secara bergantian. Setelah sholat kedua korban berenang kembali hingga keduanya tenggelam dan terbawa hanyut.

Baca: Ketua Sahabat Bekantan Amel Beri Kuliah Umum di New Castle University Building Australia

Baca: Sudah 147 Kasus DBD di HST, Begini Langkah Dinas Kesehatan untuk Membasmi Nyamuk

Baca: Sosok kekasih VJ Laissti Yang Kerap Dikaitkan dengan Ariel Noah

Pihak kepolisian, setelah mendapatkan laporan langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) di bawah Kepala Polsek Palabuhanratu Kompol Saidina. Polisi melakukan tindakan-tindakan meminta keterangan saksi serta evakuasi korban.

"Kedua almarhum sudah dimakamkan di kampung halamannya di Taman Pemakan Umum Pojok sekitar pukul 18:30 Wib," ujarnya.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Berenang di Sungai Citepus, 2 Anak Tewas Tenggelam "

Penulis : Kontributor Sukabumi, Budiyanto

Editor: Hari Widodo
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved