Berita Tapin

Dinks Tapin Tunggu Tim Evaluasi Pengobatan Penyakit Kaki Gajah, Pastikan Bebas Filariasis

Cakupan pengobatan dilaksanakan di seluruh wilayah Kabupaten Tapin melalui UPT Dinas Kesehatan Kabupaten Tapin, yaitu Layanan Puskesmas.

Dinks Tapin Tunggu Tim Evaluasi Pengobatan Penyakit Kaki Gajah, Pastikan Bebas Filariasis
banjarmasinpost.co.id/mukhtar wahid
Errani Martin, Kepala Dinkes Kabupaten Tapin 

BANJARMASINPOST.CO.ID, RANTAU - Pemerintah Kabupaten Tapin sudah lima tahun kebelakang melakukan pengobatan penyakit kaki gajah atau istilah medisnya Filariasis secara massal.

Cakupan pengobatan dilaksanakan di seluruh wilayah Kabupaten Tapin melalui UPT Dinas Kesehatan Kabupaten Tapin, yaitu Layanan Puskesmas.

Konsep pengobatan kaki gajah dilaksanakan apabila terdapat diatas satu persen lebih, petugas mengambil sampel darah dari jari warga yang mengandung mikro firaliasis, maka dilaksanakan pengobatan massal se Kabupaten Tapin.

"Kalau dahulu cukup di wilayah desa. Saat ini pengobatan menyakup wilayah Kabupaten. Itu apabila satu persen keatas sampel darah penderita," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tapin, H Errani Martin kepada reporter Banjarmasinpost.co.id, belum lama ini.

Baca: Pengoperasian RSUD Kintap September 2019, Sekda Tala Temukan Masih Banyak Kerusakan Bangunan

Sasaran pengobatan filariasi itu jumlahnya sudah ribuan orang menyakup seluruh warga di Kabupaten Tapin dari usia dua tahun hingga 60 tahun.

Itu dilakukan setiap tahun sejak 2015 lalu, terutama siswa atau anak-anak. Pengobatan firaliasis itu sekaligus membunuh semua cacing di tubuh anak.

"Pada 2019 ini, merupakan tahap evaluasi kegiatan dari program nasional pengobatan penyakit kaki gajah di Kabupaten Tapin berakhir pada 2018 lalu," ungkapnya.

Errani Martin membenarkan saat ini pihaknya sedang menunggu hasil tim independen yang mengevaluasi program nasionsl pengobatan penyakit kaki gajah di Kabupaten Tapin.

Menurutnya, jika tim evaluasi tidak lagi menemukan indikasi warga di Kabupaten Tapin yang menderita penyakit kaki gajah, maka Kabupaten Tapin dinyatakan bebas dari penyakit Filariasis.

"Kami sudah melakukan evaluasi saat ini tidak ada lagi warga di Tapin yang mengalami gejala penyakit kaki gajah," katanya.

Baca: Penggiat Anti Narkoba di Banjarbaru Jalani Bimtek Pengembangan Kapasitas dan Pembinaan

Kalaupun ada asalkan dibawah satu persen, asalkan rutin meminum obat, penyakit kaki gajah akan nol dan itu harapan dari pimpinan daerah di Kabupaten Tapin.

Kondisi itu pernah dialami Kabupaten Tapin yang berhasil mengobati penyakit Malaria secara massal di wilayah Kabupaten Tapin.

Upaya pengobatan Malaria itu berbuah penghargaan Kementrian Kesehatan sebagai Kabupaten Bebas Malaria di Surabaya, Jawa Timur pada 2018 lalu. (banjarmasinpost.co.id/ mukhtar wahid)

Penulis: Mukhtar Wahid
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved