Berita Banjarmasin

Disperkim Kota Banjarmasin Anggarkan Rp 1 M Untuk Pagar Rusunawa Teluk Kelayan

Tempat tinggal yang terdiri dari 58 unit kamar tersebut rupanya sudah menjadi sasaran dari sejumlah warga di Banjarmasin.

Disperkim Kota Banjarmasin Anggarkan Rp 1 M Untuk Pagar Rusunawa Teluk Kelayan
banjarmasinpost.co.id/isti rohayanti
Rusunawa Teluk Kelayan Banjarmasin 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN -  Bangunan rusunawa di Jalan Teluk Kelayan, Banjarmasin nampak berdiri kokoh. Tempat tinggal yang terdiri dari 58 unit kamar tersebut rupanya sudah menjadi sasaran dari sejumlah warga di Banjarmasin.

Dari apa yang disampaikan oleh Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman Kumuh (Disperkim) Kota Banjarmasin, Ahmad Fanani Saefuddin, sudah ada warga yang berpesan secara lisan untuk tinggal di rusunawa itu.

Namun sejauh ini, pihaknya juga masih belum mendapatkan penyerahan resmi dari pemerintah pusat untuk pengelolaan.

“Kalau yang mendaftar itu belum ada, karena memang belum kami buka. Tapi yang bertanya lewat obrolan sudah banyak,” ucapnya.

Terlebih, pihaknya ujar Fanani masih belum membuat mengenai peraturan dan persyaratan untuk tinggal di rusunawa itu.

Baca: Rudy Resnawan Ogah Disebut Pensiun di Pilkada 2020 : Saya Masih Pikir-pikir

Baca: Kepastian Posisi Aditya Mufti Ariffin Dicalonkan di Pilkada 2020 Masih Tunggu Hasil Survei PPP

Selain rusunawa, pascadiserahkan nanti, Fanani mengatakan akan melengkapi sejumlah fasilitas di permukiman vertikal itu. Pihaknya akan membuat taman dan pagar serta tempat olahraga umum yang menjadi bagian dari rusunawa.

Bahkan meski masih menunggu Perwali untuk penambahan fasilitasnya, tahun ini Disperkim sudah melakukan lelang untuk pembuatan pagar. Adapun pagu anggaran mencapai Rp 1 miliar.

“Pemerintah pusat tugasnya menuntaskan bangunan dan mengisi fasilitas di kamar. Sementara untuk halaman, pagar dan taman, itu dari Disperkim Kota Banjarmasin,” jelas Fanani.

Harapnya, semakin cepat pengelolaan diserahkan, maka akan semakin bagus pula ke depannya. Karena pihaknya bisa membuat Perwali untuk pengelolaan rusunawa tersebut.

Baca: Pilgub Kalsel 2020, Baru Sultan Khairul Saleh Pastikan Lawan Paman Birin

Baca: Dua Terdakwa Korupsi Proyek Jembatan Mandastana Batola Divonis 4,6 Tahun dan 4 Tahun Penjara

Terlepas dari itu, program rusunawa rupanya merupakan satu upaya Pemko Banjarmasin menangani kawasan kumuh.

Fanani menerangkan, Teluk Kelayan merupakan lima persen kawasan kumuh yang sudah ditetapkan dalam SK Wilayah Kumuh 2015 lalu. Lantas, adanya rusunawa dianggap berhasil menghilangkan lima persen tersebut. Apalagi, tahun 2019 ini masih ada sekitar 101 hektar luas wilayah kumuh yang perlu ditangani oleh Disperkim Kota Banjarmasin.

(banjarmasinpost.co.id/isti rohayanti)

Penulis: Isti Rohayanti
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved