Berita Kotabaru

Gaji Petugas Kebersihan di Desa-desa Hanya Rp 300 Ribu, Begini Faktanya

Saat ini, untuk mengatasi persampahan yang ada di Wilayah perkotaan di Kabupaten Kotabaru, Dinas Lingkungan Hidup, rekrut petugas kebersihan di tiap

Gaji Petugas Kebersihan di Desa-desa Hanya Rp 300 Ribu, Begini Faktanya
THINSTOCK
Ilustrasi rupiah 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KOTABARU - Saat ini, untuk mengatasi persampahan yang ada di Wilayah perkotaan di Kabupaten Kotabaru, Dinas Lingkungan Hidup, rekrut petugas kebersihan di tiap RT.

Pasalnya, diwilayah Kotabaru khususnya di wilayah Kecamatan Pulau Laut Utara, telah mempekerjakan petugas kebersihan di tiap rt. Bahkan untuk dua RT, ada satu petugas kebersihan.

Mereka bertugas untuk mengangkut sampah rumah tangga agar tidak dibuang sembarangan, terutama yang bermukim diatas laut. Sebab, bila dibuang ke laut, tentu akan merusak atau mencemarkan laut.

Diketahui, sejumlah wilayah di perkotaan Kotabaru, memiliki banyak tumpukan sampah dikawasan perairan atau laut Kotabaru. Sejumlah titik yang dianggap kumuh karena banyaknya sampah dikolong-kolong rumah di antaranya di Desa Semayap, Rampa dan Hilir. Titik lainnya adalah di Pasar Kemakmuran, Pelabuhan panjang dan Gedambaan.

Itu diakui Kabid Persampahan Pada Dinas Lingkungan Hidup Kotabaru, Emi Siswati, Kamis (20/6/19). Dia mengatakan titik tersebut memang masih menjadi kebiasaan. Sebab itu, tahun ini telah mempekerjakan petugas kebersihan di 2 rt untuk satu petugas.

Baca: BREAKING NEWS - Petaka Pesta Miras di Kapuas, 1 Tewas Dikeroyok, 4 Ditangkap, Berikut Kronologinya

Baca: Rektor ULM Punya Program Satu Prodi Menelurkan Satu Profesor, Sutarto: Jadi Kekuatan Luar Biasa

Baca: Kesulitan Ranty Maria Punya Kekasih Baru Setelah Putus dari Ammar Zoni yang Nikahi Irish Bella


"Kesulitannya sekarang adalah mencari orang yang mau untuk mengambilkan sampah rumah tangga warga, " katanya.

Diakuinya, sejumlah desa memang masih kesulitan mencari orang. Penyebabnya lantaran gaji yang diterima masih sangat minim sehingga sulit mencari orang yang mau.

"Gajinya memang masih sedikit makanya agak susah mencari orang. Tapi ini upaya kami, dan tahun depan honor itu akan dinaikan melalui APBD dari Rp 300.000 menjadi Rp 500.000," katanya.

Dia juga menyebutkan, di Desa Rampa memang yang dianggap paling banyak sampahnya. Sebab itu, sejak awal menjadi perhatian dan dari 12 rt, sudah ada 6 petugas yang bekerja di desa tersebut. (Banjarmasinpost.co.id/man hidayat)

Penulis: Man Hidayat
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved