Berita HSS

Resmikan Tim Pora HSS dan Tapin, Kepala Imigrasi : Pekerja Hingga Wisatawan Asing Harus Diawasi

Kantor Imigrasi Banjarmasin, Kalimantan Selatan Rabu (19/6/2019) meresmikan pembentukan Tim Pengawasan Orang Asing (Pora) untuk HSS dan Tapin

Resmikan Tim Pora HSS dan Tapin, Kepala Imigrasi : Pekerja Hingga Wisatawan Asing Harus Diawasi
banjarmasinpost.co.id/hanani
Kepala Kantor Imigrasi Banjarmasin, Syahrifullah saat memberikan keterangan pers kepada media di Kandangan, Hulu Sungai Selatan terkait pembentukan tim pengawas orang asing Rabu (19/6/2019) di Hotel Qiana Inn, Kandangan. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KANDANGAN - Kantor Imigrasi Banjarmasin, Kalimantan Selatan Rabu (19/6/2019) meresmikan pembentukan Tim Pengawasan Orang Asing (Pora) untuk wilayah Kabupaten Hulu Sungai Selatan dan Kabupaten Tapin, di Hotel Qiana Inn Kandangan.

Peresmian dilakukan Kepala Divisi Keimigrasian Kemenkumham Kalsel. Selain dihadiri anggota tim pengawas, juga hadir kalangan pemerintahan HSS dan Tapin, serta pihak terkait lainya.

 Peresmian Tim Pora tersebut juga dirangkai Rapat Koordinasi Tim Pora HSS-Tapin.

Sebelumnya dibacakan SK Kepala Kantor Imigrasi (KI) Kelas I TPI Banjarmasin tentang Pembentukan Tim Pora untuk dua kabupaten tersebut, oleh Kepala Sub Seksi Intelegen Keimigrasian.

Baca: Cara Faisal Nasimuddin Lindungi Luna Maya, Beda Jauh dengan Reino Barack?

Baca: LIVE MNC TV! Jadwal Siaran Langsung Timnas Futsal Indonesia vs Afghanistan Piala AFC U-20 2019 Malam

Baca: Pembobol BPR Gawi Sabumi Mandar Berhasil Ditangkap, Uang Digunakan Foya-foya

Baca: Beresiko Tertular HIV/AIDS, Para Kader KPA Korbankan Waktu dan Tenaga untuk Pasien HIV/AIDS

Kepala Kantor Imigrasi Banjarmasin, Syahrifullah kepada pers menjelaskan, pembentukan tim tersebut bertujuan merapatkan barisan agar bersama-sama mengawasi orang asing sampai ke pelosok daerah.

 “Baik pekerja asing, maupun wisatawan hingga orang asing yang mengunjugi keluarga harus kita awasi bersama. Apakah memiliki izin tinggal. Khusus wisatawan, juga harus diselidiki, apah benar-benar berwisata atau tujuan lain. Demikian pula para pekerja, apakah legal atau imigram gelap,”kata Syahrifullah di sela kegiatan tersebut.

 Disebutkan, Tim Pengawas terdiri unsur Kejaksaan, Kepolisian, TNI, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, Kantor Kemenag, DInas Pariwisata serta Dinas Tenaga Kerja di kabupaten.

Meski demikian, kata Syahrifudin, semua pihak boleh melaporkan jika ada orang asing yang dicurigai sebagai imigram illegal. “Hampir di semua kabupaten/kota telah dibentuk Pora, tinggal beberapa yang belum. Ke depan kami ingin sampai ke tingkat kecamatan,”katanya.

 Disebutkan, pembentukan tim, untuk memudahkan imigrasi berkoordinasi dan mendapatkan iformasi atas keberadaan orang asing di daerah-daerah se-Kalsel.

Kepala KI pun membeberkan nomor kontak miliknya yang bisa dihubungi siapa saja, jika menemukan orang asing di lingkungan tempat tinggalnya, yaitu 0812399155959, untuk memastikan orang asing tersebut apakah masuk secara legal atau illegal serta apakah memiliki izin tinggal.

 Disebutkan, di Tapin ada empat orang asing, satu orang ikut keluarga karena menikah dengan warga asal setempat. Tiga orang lainnya, bekerja di sebuah perusahaan di Margasari.

Sedangkan HSS juga ada beberapa yang tinggal bersama keluarga warga HSS. Sedangkan pekerja asing tercatat satu orang yang bekerja di PT Antang Gunung Meratus, atas nama Rajendra Prasad Reddy Ailoni asal India. Orang asing tersebut dipekerjakan sebagai GM Opration adan Planning.

Baca: Fakta Bisnis Agung Hercules yang Dikabarkan Bangkrut Setelah Sang Pemilik Sakit Kanker Otak

Baca: Cabuli Anak Dibawah Umur, Karyawan Perusahaan Tambang di Bartim Dilaporkan ke Polisi

Baca: Sosok Pria di Kejutan Ulang Tahun Ayu Ting Ting ke 27, Bukan Ivan Gunawan atau Shaheer Sheik

 Disebutkan, untuk Tapin dan HSS belum terlalu banyak orang asing. Namun, sesuai kebijakan Gubernur Kalsel yang ingin menggaet wisatawan asing ke Kalsel, jika nanti Syamsudin Noor Jadi Bandara Internasional, diperkirakan tingkat kunjungan ke Hulu Sungai khususnya ke objek wisata di daerah lebih banyak.

Saat ini kebanyakan orang asing di Hulu Sungai keberadaannya karena kawin campur kewarganegaraan . “Seperti di Barabai, Hulu Sungai Tengah ada 10 WNA menikah dengan warga setempat setelah bekerja sebagai TKI di Arab Saudi,”pungkasnya. (banjarmasinpost.co.id/hanani)

Penulis: Hanani
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved