Berita Banjarbaru

Rudy Resnawan Ogah Disebut Pensiun di Pilkada 2020 : Saya Masih Pikir-pikir

Posisi Wakil Gubernur juga pastinya akan dilepas oleh Rudy Resnawan. Akan tetapi nama dia masih harum di perpolitikan lokal di Kalsel.

Rudy Resnawan Ogah Disebut Pensiun di Pilkada 2020 : Saya Masih Pikir-pikir
Instagram/Rudy Resnawan
Wagub Kalsel Rudy Resnawan dan penyanyi dangdut Via Vallen. 

Diketahui, Sultan Khairul Saleh akan maju di Pilgub 2020 agar tak salah langkah seperti Pilkada periode sebelumnya dimana Ia mengaku berujung tak diusung oleh Partai Politik walaupun sudah bersama Partai Politik membina para calon Pemilih.

"Karena pengalaman Pilkada sebelumnya kami tidak mendapatkan partai padahal sebelumnya sudah membina dengan beberapa partai lebih dari lima tahun," kata Sultan Khairul Saleh.

Baca: DPW PPP Kalsel Tak Hanya Jadi Penonton di Pada Pilkada 2020, Tapi Juga Lakukan Ini

Baca: DPW PPP Kalsel Tak Hanya Jadi Penonton di Pada Pilkada 2020, Tapi Juga Lakukan Ini

Dengan maju sebagai Calon Independen, Sultan Khairul Saleh nyatakan hal ini dilakukan untuk menjaga peluangnya maju sebagai Calon Gubernur walaupun tanpa diusung Partai Politik.

Namun Ia menegaskan bukan berarti dirinya menutup sama sekali jika ada partai politik yang ingin masuk dan meminangnya sebagai Calon Gubernur yang diusung partai.

Sementara Pengamat seorang Pengamat Politik dan Kebijakan Publik Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Dr Taufik Arbain, M.Si menyebut bahwa banyaknya bermunculan figur-figur yang memiliki kans dalam kontestasi pilkada Gubernur-Wakil Gubernur maupun Wali-Wawali dan Bupati 2021 memberikan nuansa gairah demokrasi yang sangat bagus menuju kematangan demokrasi warga banua.

Menurut dia, munculnya nama Sultan Khairul Saleh, H Sulaiman Umar, Rosehan NB, Mardhani Maming bahkan Rudy Resnawan adalah putera-putera banua yang memiliki potensi untuk menjadi kans Gubernur Kalimantan Selatan di masa akan datang. Termasuk kans wakil gubernur Habib Abdurahman, Habib Hamid, H Haris Makie, H Muhidin, Ibnu Sina, Hasnuriyadi, Hasanudin Murad, Aditya Mufti Arifin, maupun Rifki Nizami Karsayuda.

Baca: Sulit Saingi Petahana di Pilkada 2020? Begini Kata Pengamat Politik

Baca: Nyatakan Siap Anggaran Rp210 Miliar Dana Pilkada 2020 Kalsel, Tapi Paman Birin Bilang Ini

"Munculnya figure-figur demikian harus kita apresiasi sebagai betapa meriahnya dinamika politik dan demokrasi di banua ini, karena mereka telah menorehkan jejak kepolitikannya di banua ini," kata dia.

Munculnya figure-figur tersebut dalam politik, tidak serta-merta vis a vis antara petahana dan penantang, justru memungkinkan terjadinya saling mengisi siapa menjadi Gubernur dan siapa menjadi wakil.

"Justru munculnya nama-nama kandidat akan dengan mudah menentukan siapa wakil yang akan turut membantu mendulang suara. Jadi politik itu fleksibel dan soal waktu. Jika pasangan diplot sedari awal tanpa melihat siapa lawan, justru akan kontra produktif," ungkap pengamat politik dan kebijakan publik FISIP Universitas Lambung Mangkurat ini.(banjarmasinpost.co.id/lis).

Penulis: Nurholis Huda
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved