Berita Tabalong

Tiga Hari Tenggelam, Jasad Sahrul Ditemukan Mengapung di Perairan Desa Gambah Murung Pudak

Tim Relawan berhasil menemukan jasad korban tenggelam yang terjadi Senin (17/06/2019) pukul 14.30 Wita.

Tiga Hari Tenggelam, Jasad Sahrul Ditemukan Mengapung di Perairan Desa Gambah Murung Pudak
istimewa/BPBD Tabalong
Relawan dan petugas BPBD Tabalong mengevakuasi jasad korban tenggelam di Murung Pudak. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, TANJUNG – Tim Relawan berhasil menemukan jasad korban tenggelam yang terjadi Senin (17/06/2019) pukul 14.30 Wita.

Korban Sahrul (11) merupakan warga Kelurahan Belimbing Raya Kecamatan Murung Pudak. Setelah empat hari pencarian akhirnya tim pencarian berhasil menemukan jasad korban yang mengambang dalam kondisi meninggal dunia di Desa Gambah Kecamatan Murung Pudak.

Anggota Tim Reaksi Cepat (TRC) Candra yang melakukan evakuasi mengatakan jasad korban awalnya dilihat oleh warga sekitar yang tengah memancing.

Setelah melihat tubuh korban yang mengambang dibagian tengah sungai warga langsung melaporkan ke anggota relawan yang berjaga.

Baca: Divisi Humas Polri Gelar Workshop Penguatan Tim Medsos dan Media Online di Polda Kalsel

“Kami menggunakan perahu karet berjumlah tiga orang langsung menuju Desa Gambah dimana jaraknya sekitar dua kilometer dari lokasi korban tenggelam, kami langsung membawa kantong jenazah dan membawa ke tepian,” ujar Candra, Kamis (20/06/2019).

Candra menambahkan saat jasad korban saat ditemukan dalam posisis tengkurap, kondisi tubuh korban memang sudah menimbulkan bau kurang sedap dan mulai membengkak. “Kami langsung membawa ke RSUD Baddaruddin Tanjung  dan mengantarkan kerumah duka,” ujarnya.

Proses evakuasi sempat menjadi pusat perhatian warga, saat ini para relawan sudah meningggalkan posko ke daerah masing masing. Diketahui proses pencarian selama empat hari ini mendapat bantuan dari relawan Kabupaten Balangan, HSU dan HST. Sekitar 150 orang tergabung dan terbagi menjadi tujuh titik posko.

Baca: Protes Dul Jaelani pada Raffi Ahmad Saat Sebut Mulan Jameela, Istri Ahmad Dhani

Diketehui korban Sahrul selama ini dikenal sebagai anak yang periang dan memang mudah bergaul dengan teman sebayanya, dirinya juga pandai berenang. Tenggelamnya Sahrul bermula saat Sahrul bersama empat orang temannya ingin bermain dipinggir sungai, saat itu debit air sungai memang lebih tinggi karena curah hujan yang memang meningkat beberapa hari terakhir. 

Dua orang warga sempat memperingatkan untuk tidak bermain air karena aliran air yang cukup deras.

"Dari lima orang yang bermain tiga orang masih belum mandi dan duduk di sejenis tangga pinggir sungai melihat sahrul dan satu temannya mandi, dan ternyata Sahrul tidak bisa kembali ke pinggir dan akhirnya tenggelam, teman temannya langsung mencari pertolongan dan menghubungi BPBD," ujarnya.

Baca: Letkol Inf Rio Neswan Undang Tokoh Masyarakat Berkomunikasi Sosial di Makodim 1010 Rantau

Salah satu warga yang sedang memancing sempat berusaha untuk menyelamatkan korban namun tidak bisa. 

Dihimbau kapada seluruh masyarakat untuk tidak mandi di bantaran sungai meskipun sudah memiliki keahlian berenang. Karena derasnya arus sungai terlebih sungai besar sulit diprediksi ditambah dengan arus air sungai besar bisa juga membentuk pusaran yang bisa menarik apapun yang dipermukaan. (Banjarmasinpost. co.id/Reni Kurniawati) 
 

Penulis: Reni Kurnia Wati
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved