Berita Banjarmasin

Travel Ini Berlakukan Denda Rp 1 Miliar Bila Jemaah Umrah Lari dari Rombongan jadi TKI Ilegal

Surat kontrak ke jemaah umrah demi mengindari modus TKI ilegal itu. Surat ini berisi komitmen agar setiap jemaah umrah tidak lari dari rombongan.

Travel Ini Berlakukan Denda Rp 1 Miliar Bila Jemaah Umrah Lari dari Rombongan jadi TKI Ilegal
banjarmasinpost.co.id/nia kurniawan
Sosialisasi Imigrasi bagi travel penyelenggara umrah di Kalsel. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Komisaris Utama PT Bagus Umratama, Zalna tegaskan jika perusahaanya sudah taat UU Keimigrasian ketika membawa jemaah umrah ke Tanah Suci.

Ya, Surat Edaran Direktorat Jenderal Imigrasi Nomor IMI-0277.GR.02.06 Tahun 2017 tentang Pencegahan Tenaga Kerja Indonesia Non-Prosedural. Edaran yang dibuat ini merupakan respons terhadap semakin maraknya TKI Non-Prosedural. Berangkat umrah bisa dijadikan modus seseorang jadi TKI Non prosedural.

Jadi Zalna mengatakan pihaknya menyertakan surat kontrak ke jemaah umrah demi mengindari modus TKI ilegal itu. Surat ini berisi komitmen agar setiap jemaah umrah tidak lari dari rombongan.

“Dendanya Rp 1 miliar, ini sebagai jaminan, kami minta jaminan ke keluarganya. Bisa juga ke kepala rombongan untuk menegaskan, apakah overstay atau umrah. Kalau ada masalah, mungkin kurang kehati-hatian. Apalagi Banjarmasin sebagai tiga kota terbesar sering jemaah umrah overstay di Arab saudi,” katanya kepada reporter banjarmasinpost.co.id, Kamis (20/6/2019).

Baca: Agar Tiket Pesawat Murah, Pemerintah Indonesia akan Beri Insentif bagi Maskapai, Begini Wacanannya

Dia teliti ketika menerima jemaah umrah. Memeriksa hati-hati jemaah yang mendaftar darimana dan identitas lengkap serta surat kontrak pun bermaterai. Satu bulan sebelum berangkat dokumen harus lengkap diterima.

Kehati-hatian pihak travel umrah seperti yang dilakukan Zalna jadi harapan pihak Kantor Imigrasi Kelas I TPI Banjarmasin. Jangan seperti jasa travel umrah dan haji PT Al Jizyah karena kedapatan meninggalkan lima jemaah umrahnya di Tanah Suci pada Mei lalu. Menurut Kanim TPI Banjarmasin, Syahrifullah, ada lima jemaah umrah melarikan diri dari rombongan yang dibawa PT Al Jizyah.

Pihaknya mendesak pengelola AL Jizyah agar mengembalikan dokumen keimigrasian lima orang jemaahnya ke Kantor Imigrasi Kelas I TPI Banjarmasin. Syahrifullah akan menghapus daftar cekal Al Jizyah apabila lima dokumen ini sudah diserahkan lagi ke Imigrasi Banjarmasin.

“PT belum dapat mengembalikan dokumen paspor TKI nonprosedural. Al Jizyah yang memberangkatkan jemaah umrah dilarang mengajukan dokumen pengurusan keimigrasian selama tidak bisa mengembalikan lima dokumen itu,” kata Syahrifullah.

Baca: Alasan Keluarga Agung Hercules Pilih Pengobatan Alternatif Terkait Dampak Kemoterapi

Ia belum tahu detail apakah larinya lima jemaah umrah ini akibat kelalaian travel atau kesengajaan. Sebab, pihaknya masih berfokus mendapatkan lima dokumen keimigrasian yang dibawa pergi lima orang tersebut. Petugas akan meminta keterangan pengelola Al Jizyah seraya pengembalian dokumen yang diminta.

Adapun pada 2018, Kanim Imigrasi Banjarmasin telah mencekal 20-an orang yang diduga hendak bekerja sebagai TKI ilegal. Imigrasi tidak meloloskan dokumen keimigrasian karena curiga ketika tahapan wawancara pengurusan paspor.

Halaman
12
Penulis: Nia Kurniawan
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved