Fikrah

Allah Yarham Ustadz Arifin Ilham

Ustadz Arifin meninggal di waktu yang sangat baik, Nuzulul Quran. Kita tidak bisa mengatur kematian, Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raji’uun.

Allah Yarham Ustadz Arifin Ilham
istimewa
KH Husin Nafarin LC Ketua MUI Kalsel 

Oleh: KH Husin Naparin

BANJARMASINPOST.CO.ID - Allah yarham Ustadz KH Muhammad Arifin Ilham. Penulis tidak pernah mengira kalau beliau meninggal lebih dulu. Awal 2018, saya sakit keras. Beliau bezuk, berdoa khusyuk, allahummasyfi wa antasy-syafi syifa’an la yugadiru saqaman wa la alaman. “Paman sehat ya, amin.”

Beliau memanggil penulis “paman”, karena adik ipar beliau Ir H Efran adalah saudara sepupu istri saya. Pada waktu remaja ia dibawa oleh kakeknya salat dan mengikuti pengajian almarhum mertua saya, KH Muhammad Hanafi Gobet yang membaca kitab Hikam, ibnu Ata’illah, penulis yakin pengajian itu sangat berbekas di hati Arifin.

Ustadz Arifin berkata, “Paman sehat ya! Amin.”Paman ulun (saya) mau berwudhu. Sesudah itu beliau salat di tempat khusus penulis salat, kemudian beliau meninggalkan rumah penulis bersama sejumlah murid beliau.

Belakangan, Muhamnad Nur Hidayatullah, seorang dosen UIN Wali Songo, Semarang, menulis biografi 70 tahun penulis.

Ustadz Arifin memberikan ungkapan kata yang indah, “Guru Husin Naparin itu ulama intelek, banyak menulis buku, amaliyah beliau kuat, istiqamah dan rutin bertahajjud, di rumahnya ada ruangan khusus untuk berkhalwat. Inilah yang ada di rumah kebanyakan ulama Banjar.”

Baca: Punya Suami Bule, Putra Sambung Lia Waode Ternyata Berparas Tampan, Begini Sosoknya

Baca: Ayo, Pebinis dan Mahasiwa Ikuti KAGAMA Talks Millennials Kill Everything

Baca: Ini Penyakit Gugun Gondrong Hingga Dioperasi di Singapura, Ternyata Bukan Tumor Otak, Ini Gejalanya

Baca: Tanggapi Permintaan Menhan Soal Penangguhan Penahanan Kivlan Zen, Polri Serahkan ke Penyidik

Suatu ketika, penulis bertemu dengan beliau, mengapa paman tidak ke pengajian ulun di Jakarta?” Penulis jawab, “Itu dia nakda, paman khawatir diminta tausiah. Apa yang nanda lakukan itu sudah lebih dari cukup.”

Ustadz Arifin meninggal di waktu yang sangat baik, Nuzulul Quran. Kita tidak bisa mengatur kematian, Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raji’uun.

Ustadz Arifin sempat mengecap pendidikan SDN Rajawali, SMP 1 di Banjarmasin, PP Darunnajah dan Asy-Syafi’iyah di Jakarta dan Universitas Nasional Jakarta, Jurusan Hubungan Internasional mencapai Sarjana Lengkap.

Di Masjid Raya Sabilal Muhtadin, Ustadz Arifin pernah digodok oleh seorang da’i ulung KH Muhammad Rafi’i Hamdi (alm).

Halaman
12
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved