Berita Banjarmasin

Gadis Tomboy Ini Awalnya Benci dengan Seni, Sekarang Malah Jatuh Cinta, Berikut Kisahnya

Benci jadi cinta. Tampaknya ungkapan itu benar adanya. Setidaknya sudah dirasakan gadis penghobi musik dan tari ini. Ya, awalnya ia benci tarian

Gadis Tomboy Ini Awalnya Benci dengan Seni, Sekarang Malah Jatuh Cinta, Berikut Kisahnya
Dokumen Anita Fitriana Sari
Anita Fitriana Sari 

BANJARMASINPOST.CO.ID- Benci jadi cinta. Tampaknya ungkapan itu benar adanya. Setidaknya sudah dirasakan gadis penghobi musik dan tari ini. Ya, awalnya ia benci tarian tradisional, tapi sekarang malah gemar menari.

Diakui Anita Fitriana Sari, Warga Padang Batung, Kandangan, Hulu Sungai Selatan ini, dulunya ia gadis tomboy. Hobinya main musik dan sempat punya band yang anggotanya semua perempuan.

“Saya agak sedikit tidak menyukai tari, karena menurut saya lemah gemulai. Sedangkan saya tidak begitu. Saya sangat suka musik dan saya pemain band,” tukasnya.

Seiring berjalannya waktu, Anita malah mulai tertarik seni tari. Ia bergabung di Sanggar Posko La-Bastari dan jadilah seperti sekarang yang sangat mncintai tari .

“Jadi menurut saya, janganlah terlalu membenci sesuatu, nanti malah jatuh cinta. Itu benar lho, hehehe,” selorohnya sambil terkekeh.

Baca: Ivan Gunawan Komentari Rina Nose yang Akan Menikah, Teman Ayu Ting Ting Dapat Balasan Menohok

Baca: Sosok Gus Miftah Terungkap, Guru Spiritual Deddy Corbuzier Hingga Mualaf Ini Dakwah di Klub Malam

Baca: Ramalan Zodiak Sabtu 22 Juni 2019, Ada Masalah Kecil Gemini, Ada Pertikaian Taurus, Hari Giat Cancer

Sekarang Anita sedang proses mengikuti FKTD (Festival Karya Tari Daerah) 2019, IOD Dancesport Grup Tradisional bersama sanggar Posko La-Bastari. Saat kuliah di Sendratasik ia juga mengikuti Sanggar Campaka Sadahan.

Gadis kelahiran 28 Februari 1995 ini juga dipercaya pelatihnya Hayatun Nafisa dan Ujank Kuno untuk melatih tari dan saat ini ia melatih anak TK, SMP dan lainnya.

Adapun hobi menyanyi masih tersalurkan, namun sekarang lebih pada musik tradisional yaitu musik Panting dengan alunan lagu-lagu banjar.

Biasanya tampil bersama Sanggar Posko La-Bastari di acara-acara besar di pendopo atau resepsi perkawinan di Kandangan.

“Juga nyanyi lagu Banjar dengan anak-anak Nanang Galuh di acara Expo Kandangan dengan mengaatasnamakan Dinas Kebudayaan Hulu Sungai Selatan,” terangnya.

Halaman
12
Penulis: Salmah
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved