BPost Cetak

Nasib Pusat Anyaman di Margasari Hulu, Hamdah Tak Lagi Dapat Pesanan dari Jepang

Desa Margasari Hulu, Kecamatan Candi Laras Selatan, Tapin, menjadi sentra kerajinan anyaman berbahan rotan, purun dan akar jangang

Nasib Pusat Anyaman di Margasari Hulu, Hamdah Tak Lagi Dapat Pesanan dari Jepang
Capture BPost Cetak
BPost Edisi Jumat (21/6/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Desa Margasari Hulu, Kecamatan Candi Laras Selatan, Tapin, menjadi sentra kerajinan anyaman berbahan rotan, purun dan akar jangang.

Ribuan produk kerajinan pernah dihasilkan dari wilayah ini. Namun, era keemasan produk kerajinan Margasari Hulu kini terancam.

Tangan Hamdah (60), dengan terampil menganyam rotan untuk dijadikan keranjang yang merupakan pesanan pelanggannya untuk dijual kembali.

Anyaman Rotan buatan Hamdah sudah sangat terkenal. Itu karena anyaman rotan buatan Hamdah memiliki ciri khas seperti anyaman kopiah jangang.

Hamdah bukan satu-satunya perajin yang mendapatkan ‘ilmu’ menganyam secara turun temurun di desa tersebut. Tapi, Hamdah kini harus juga tak lagi memproduksi aneka kerajinan dalam jumlah besar.

Baca: Allah Yarham Ustadz Arifin Ilham

Baca: Ayo, Pebinis dan Mahasiwa Ikuti KAGAMA Talks Millennials Kill Everything

Baca: Curi Barang Majikannya Selama Enam Bulan Jadi Pembantu, Wanita Ini Mengaku Khilaf

Baca: Ini Penyakit Gugun Gondrong Hingga Dioperasi di Singapura, Ternyata Bukan Tumor Otak, Ini Gejalanya

Tak cuma lesunya pesanan ekspor yang berdampak pada perajin, mereka juga dihadapkan pada masalah regenerasi.

“Anak mudanya memilih menjadi karyawan perkebunan kelapa sawit. Tidak lagi menganyam karena pesanan juga sedang sepi,” katanya, Selasa (18/6).

Padahal, mereka juga mulai melakukan diversifikasi produk untuk menambah variasi. Berbagai kreasi dianyam Hamdah dari bahan rotan, purun dan terbaru berbahan enceng gondok, menjadi kipas, topi, keranjang dan tempat gelas dan tikar.

Enceng gondok atau disebut warha Desa Margasari Hulu, kembang ilung sangat mudah diperoleh karena larut di perairan Sungai Margasari.

Bahkan anyaman berbahan enceng gondok dipadupadankan dengan rotan itu yang membuahkan prestasi meraih piala Upakarti dari Presiden Soeharto pada 1991 silam.

Halaman
12
Penulis: Mukhtar Wahid
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved