Pemilu 2019

Pelanggaran di Sentra Gakkumdu Banjar Naikan ke Tahap Penyidikan, Terkait Terbitnya 2 Berita Acara

Sentra Gakkumdu Kabupaten Banjar menaikan ketahap penyidikan, terkait temuan keluarnya dua berita acara perolehan partai politk dan caleg yang berbeda

Pelanggaran di Sentra Gakkumdu Banjar Naikan ke Tahap Penyidikan, Terkait Terbitnya 2 Berita Acara
Sentra Gakkumdu Kabupaten Banjar
Kasat Reskrim Polres Banjar, AKP Sofyan, Anggota Bawaslu Banjar, Syahrial Fitri dan Kasipidum Kejari Banjar, Apriady. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Sentra Gakkumdu Kabupaten Banjar menaikan ketahap penyidikan, terkait temuan keluarnya dua berita acara perolehan partai politk dan caleg yang berbeda yang merupakan produk penyelenggara pemilu tingkat kecamatan di Kabupaten Banjar.

Diungkapkan oleh Anggota Bawaslu Banjar, Syahrial Fitri didampingi Kasat Reskrim Polres Banjar, AKP Sofyan serta Kasipidum Kejaksaan Negeri Kabupaten Banjar, Apriady, Kamis (20/6).

Ketiganya pun yang tergabung dalam Sentra Gakkumdu, menyimpulkan terkait terbitnya dua berita acara tersebut merupakan duggan pelanggaran dan naik ke tahap penyidikan.

Meski demikian, Sentra Gakkumdu belum menetapkan siapa tersangkanya, karena masih memerlukan pemeriksaan saksi-saksi termasuk saksi dari partai poitik yang terlibat yakni PKB dan Nasdem serta caleg dari kedua partai tersebut. Pihaknya juga akan meminta keterangan dari saksi ahli.

Baca: BERLANGSUNG! Live Streaming Indosiar PSS Sleman vs Bhayangkara FC Liga 1 2019, Cek Caranya di Sini

Baca: Dua Tahun di Barito Putera, Gelandang Kalteng Putera ini Tahu Siapa Pemain yang Diwaspadai

"Para pihak terkait akan kami panggil, nantinya setelah dilaksanakan pemeriksaan akan mengerucut, apakah ada pihak lain menjadi bagian pelaksanaan pelanggaran tersebut atau dugaan sementara penyelenggara pemiliu tingkat kecamatan saja yang bisa melakukan perubahan data, ada dua pasal pedoman kami yakni 532 dan 505 KUHP," kata Syahrial Fitri.

Sedangkan laporan daria caleg dapil 2 Kecamatan Astambul terkait dugaan penggelembungan suara yang dilakukan saat rekapitulasi ditingkat kecamatan, Sentra Gakkumdu setelah melakukan pengkajian ternyata ketidakpenuhan bukti yang disampaikan oleh pelapor. Sehingga tidak bisa dinaikan ke tahap penyidikan.

Pihaknya sejak 2018 hingga selesainya pelaksaan Pemilu di 2019, sudah menangani 22 pelanggaran, yang mana dari 22 pelanggaran itu terdiri dari 13 laporan masyarakat dan 9 hasil pengawasan Bawaslu Banjar. Melihat angka dari laporan masyarakat itu menandakan ada peningkatan terhadap perhatian masyarakat untuk terselenggaranya Pemilu di Kabupaten Banjar yang demokratis.

"Masyarakat sudah melek politk, hal yang sangat penting bagi masyarakat supaya pelaksanaan demokrasi di Kabupaten Banjar terlaksana dengan baik,"imbuh Syahrial.

Dijelaskannya, 13 laporan itu 11 diantaranya dihentikan dan dua ditindak lanjuti oleh Sentra Gakkumdu. Namun hanya satu yang prosesnya naik ke tahap penyidikan.

Dia mengatakan, banyak laporan dan temuan yang tidak ditindak lanjuti, mengingat kurangnya bukti hingga syarat ketentuan-ketentuan SOP mengenai mekanisme Perbawaslu No 31 tahun 2018 dan Peraturan Bawaslu No 7 tentang laporan dan temuan. Seperti halnya tidak terpenuhi syarat formil yang terdiri dari terlapor, pelapor, kesesuaian tandanganan hingga batas waktu pelaporan sementara syarat materil yang terdiri dari bukti dan saksi. (Banjarmasinpost.co.id/Hasby)

Penulis:
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved