Ekonomi dan Bisnis

Jumlah Perokok Dewasa di Indonesia Akan Berkurang pada 2025, Begini Penjelasan PMI

Philip Morris International (PMI), pemegang saham utama PT HM Sampoerna Tbk, baru-baru ini merilis laporan bertajuk Sustainability Report

Jumlah Perokok Dewasa di Indonesia Akan Berkurang pada 2025, Begini Penjelasan PMI
SHUTTERSTOCK
ilustrasi rokok 

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Philip Morris International (PMI), pemegang saham utama PT HM Sampoerna Tbk, baru-baru ini merilis laporan bertajuk Sustainability Report atau Laporan Keberlanjutan.

Dalam laporan itu disebutkan, PMI memiliki visi untuk membebaskan dunia dari asap. Hal ini menjadi inti dari tujuan keberlanjutan dan strategi bisnis perusahaan itu.

Presiden Direktur PMI André Calantzopoulos mengatakan, perusahaan tembakau dapat menjadi perusahaan yang berkelanjutan. Hal ini dilakukan dengan mengganti rokok dengan produk alternatif yang lebih rendah risiko bagi para perokok dewasa yang memutuskan untuk terus merokok.

Tak hanya itu, berdasarkan laporan yang dikutip pada Sabtu (22/6/2019), perusahaan tembakau mengatasi tantangan di seluruh rantai nilai dan memanfaatkan peluang untuk menambah nilai bagi masyarakat.

"Laporan Keberlanjutan terbaru kami mencerminkan kerja keras dan dedikasi semua karyawan kami secara global dalam mencapai target masa depan bebas asap," ujar Calantzopoulos.

Baca: Pembangunan Selesai, Begini Potret Kemegahan Stadion Papua Bangkit untuk Venue PON 2020

Baca: Jadwal Liga 1 2019 - Tanpa Beban, Kalteng Putra Siap Tekuk Barito Putera di Stadion 17 Mei Hari Ini

Laporan Keberlanjutan 2018 menguraikan bagaimana PMI mempercepat upaya untuk mencapai misinya membebaskan dunia dari asap. PMI memperkirakan bahwa 6,6 juta perokok dewasa telah berhenti merokok dan beralih ke IQOS, produk tembakau yang dipanaskan (bebas asap) keluaran perusahaan.

Aspirasi perusahaan adalah bahwa setidaknya 40 juta perokok dewasa akan beralih ke produk bebas asap PMI pada tahun 2025, mengurangi hingga sejumlah 55 juta perokok dewasa PMI pada tahun tersebut.

Dalam laporannya, PMI menyatakan memfokuskan sumber daya yang cukup untuk mencegah pekerja anak dan meningkatkan perbaikan kondisi tenaga kerja di sepanjang rantai nilainya. PMI juga mengurangi jejak lingkungan melalui energi yang lebih hijau, pengelolaan air dan sampah serta pelestarian keanekaragaman hayati, daratan dan hutan.

Dikatakan pula, PMI terus mengalihkan sumber dayanya ke produk bebas asap. Sebesar 92 persen dari investasi penelitian dan pengembangan perusahaan serta 60 persen dari pengeluaran komersial global perusahaan didedikasikan untuk produk-produk bebas asap.

Hai Guys! Berita ini ada juga di KOMPAS.com

Editor: Didik Trio
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved