Berita Banjarmasin

KPU Kalsel Susun Pemetaan Empat Aspek Penting Hadapi Pilkada 2020

Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menjadi salah satu daerah yang partisipasi pemilihnya dalam Pemilu 2019 melampaui target KPU RI.

KPU Kalsel Susun Pemetaan Empat Aspek Penting Hadapi Pilkada 2020
banjarmasinpost.co.id/acm
Komisioner Ketua Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih dan Parmas KPU Provinsi Kalsel, Edy Ariansyah 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menjadi salah satu daerah yang partisipasi pemilihnya dalam Pemilu 2019 melampaui target KPU RI.

Dimana Pemilu 2019 di Kalsel yang melibatkan lebih dari 2,8 juta Pemilih, angka partisipasi pemilihnya secara umum mencapai 80 persen, lebih tinggi dibanding target KPU RI 77,5 persen.

Pada Pilkada 2020 di Kalsel mendatang, KPU Provinsi Kalsel berambisi untuk setidaknya pertahankan capaian tersebut dan bahkan meningkatkan angka partisipasi pemilih.

Komisioner Ketua Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih dan Parmas KPU Provinsi Kalsel, Edy Ariansyah sudah menyusun beberapa langkah pemetaan untuk wujudkan ambisi tersebut.

Baca: Masa Lalu Kelam Ashanty Terungkap Saat Ajak Anang dan Aurel Hermansyah Temui Keluarga di Kanada

Baca: Lirik Lagu Ayu Ting Ting Apalah Cinta Duet Penyanyi Turki Keremcem yang Baru Saja Dirilis

Baca: Bukan Reino Barack Tangis Luna Maya Untuk Ariel NOAH Dibocorkan Melaney Ricardo

Baca: 5 Cara Hindari Kanker Otak yang Diderita Agung Hercules Termasuk Kebiasaan Pegang Ponsel

Baca: Ada Lantunan Ayat Alquran Surat An-Nisa 135 Jelang Ditutupnya Sidang Sengketa Pilpres di MK

Dijelaskan Edy, pihaknya sudah mulai menyusun langkah pemetaan dan analisis atas empat aspek yang pengaruhi angka partisipasi Pemilih di 13 Kabupaten/Kota di Kalsel.

Pertama yaitu penyebab rendahnya partisipasi Pemilih khususnya difokuskan pada dua Kabupaten dengan angka partisipasi Pemilih paling rendah pada Pemilu 2019 yaitu Kabupaten Tanah Bumbu dan Kotabaru.

Angka partisipasi Pemilih di kedua Kabupaten ini hanya mencapai angka 75 persen sedikit di bawah angka target KPU RI.

"Ini secara spesifik kami akan analisa di desa atau Kecamatan mana yang rendah, dicari penyebabnya dan selanjutnya disusun langkah untuk atasi ini," kata Edy.

Aspek kedua yaitu pemetaan dan analisa terkait potensi pelanggaran baik pelanggaran pidana Pemilu, administrasi Pemilu maupun kode etik Pemilu.

Pemetaan pada aspek ini menurut Edy didasarkan pada data penanganan pelanggaran Pemilih yang dilakukan oleh Bawaslu selama Pemilu 2019.

"Akan diklasifikasikan pelanggaran-pelanggarannya, subjek hukumnya apakah peserta, penyelenggara atau diluar itu. Setelah pemetaan, dianalisa dan disusun langkah untuk cegah hal demikian terjadi lagi di Pilkada 2020," kata Edy.

Aspek ketiga yaitu terkait potensi konflik dengan memetakan daerah-daerah mana saja di ke 13 Kabupaten/Kota di Kalsel yang memiliki potensi konflik baik secara vertical maupun horizontal.

Namun diyakini Edy melihat pengalaman Pemilu 2019, Pilkada 2020 kembali akan dilaksanakan dengan damai dan kondusif, dimana tak didapati konflik baik antara peserta maupun antara basis masa pendukung di Kalsel.

Terakhir yaitu memetakan potensi bencana alam, untuk petakan desa dan Kecamatan apa saja yang rawan terimbas bencana alam seperti luapan air sungai, longsor dan yang lainnya.

Hal ini dilakukan untuk menyiapkan penyelenggaraan Pilkada termasuk tata letak lokasi Pemilihan agar tak terdampak bencana alam dan tindakan antisipatif jika bencana alam terjadi saat proses pungut hitung Pilkada 2020. (Banjarmasinpost.co.id/Achmad Maudhody)

Penulis: Achmad Maudhody
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved