Berita Tapin

MTs 2 Tapin Tak Tetapkan Zonasi, Gelar PPDB SD hingga SMA Berakhir, Ini Tujuannya

Penerimaan peserta didik baru (PPDB) jenjang SD dan SMP serta SMA sederajat sudah berakhir di Kabupaten Tapin, akhir.

MTs 2 Tapin Tak Tetapkan Zonasi, Gelar PPDB SD hingga SMA Berakhir, Ini Tujuannya
HO/MTsN 2 Tapin
Kegiatan tes praktek saat PPDB di MTs Negeri 2 Tapin 

BANJARMASINPOST.CO.ID, RANTAU - Penerimaan peserta didik baru (PPDB) jenjang SD dan SMP serta SMA sederajat sudah berakhir di Kabupaten Tapin, akhir.

"Penerimaan siswa baru sudah selesai," ujar Hairani F, Kepala MAN 1 Tapin, kepada reporter Banjarmasinpost.co.id, Sabtu (22/6/2019).

Menurut Hairani F siswa baru di MAN 1 Tapin mulai masuk belajar pada 15 Juli 2019 nanti.

Di jenjang MTs Negeri 2 Tapin, pendaftaran PPDB sudah berakhir dan tidak memberlakukan sistem zonasi.

Itu dikatakan H Muhammad Rifani, Kepala MTS Negeri 2 Tapin, karena pendaftaran hanya tiga hari, 2-4 Mei 2019 lalu.

Baca: Masriah Warga Desa Marampiau Tapin Jahit Ribuan Topi Purun Pesanan Pedagang Jawa Timur

Antusias peserta yang mendaftar, Muhammad Rifani mengaku memberlakukan tes praktek salat subuh dan salat witir dan baca kitab suci Al Quran.

"MTs tidak menerapkan zonasi. Enam kelas yang disiapkan pendaftarannya 200 lebih. Kami menerima 190 anak didik baru dan mulai masuk 15 Juli 2019," katanya.

Sementara itu, SMPN 2 Tapin hingga kini masih kekurangan siswa. PPDB dibuka 2-4 Mei berdasarkan sistem zonasi menampung 130 siswa.

"Pendaftar masih kurang atau belum memenuhi kuota karena masih menunggu karena daya tampung rombongan belajar masih kurang," ujar Hj Faridah, Kepala SMPN 1 Rantau

Baca: Pemprov Akan Cabut IUP yang Tak Bayar Dana Jaminan Reklamasi, Ini Permintaan Aspektam Kalsel

Kepala Bina SMP pada Dinas Pendidikan Kabupaten Tapin, Syahradi mengatakan pendaftaran PPDB si Kabupaten Tapin dibuka sejak 2 Mei 2019 lalu.

Namun, sekolah diberikan keleluasaan jika belum cukup memperpanjang waktu pendaftaran penerimaan siswa barunya.

"Kuota tergantung siswa yang keluar atau lulus tahun ini. Setiap satu kelas paling banyak 32 siswa," katanya. (banjarmasinpost.co.id/ mukhtar wahid)

Penulis: Mukhtar Wahid
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved