Berita Kabupaten Banjar

Pengelola PAUD Banjar Mulai Ramai Datangi Kantor Pajak, Ini yang Mereka Lakukan

Para pengelola PAUD di Kabupaten Banjar mulai ramai mendatangi kantornya sejak 17 Juni 2019 atau pascalibur panjang Hari Raya Idulfitri 1440 Hijriyah.

Pengelola PAUD Banjar Mulai Ramai Datangi Kantor Pajak, Ini yang Mereka Lakukan
ist/nirwan angkasa untuk banjarmasinpost.co.id
Kalangan pengelola PAUD Banjar mulai ramai membauar pajak di kantor KP2KP Martapura sejak Senin lalu. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Pascalibur panjang Idulfitri 1440 Hijriyah, kalangan pengelola Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan (Kalsel), mulai ramai mendatangi Kantor Pelayanan Penyuluhan Dan Konsultasi Perpajakan (KP2KP) Martapura di kawasan Jalan A Yani, Martapura.

Apa yang mereka lakukan? "Lapor pajak terkait telah cairnya dana Biaya Oprasional PAUD (BOP) yang mereka terima," jelas Kepala KP2KP Martapura Nirwan Antariksa, Sabtu (22/06/2019).

Nirwan menuturkan para pengelola PAUD di Kabupaten Banjar mulai ramai mendatangi kantornya sejak 17 Juni 2019 atau pascalibur panjang Hari Raya Idulfitri 1440 Hijriyah.

Ia mengatakan kewajiban pajak PAUD terhitung sejak terdaftar NPWP (nomor pokok wajib pajak). "Jadi, dalam hal ini PAUD lapor SPT Tahunan WP Badan. Pajak harus dibayarkan bila mereka menerima dana bersumber dari APBD/APBN yang dibelanjakan," jelas Nirwan.

Baca: Embat Sepeda Motor Pinjaman, Tiga Pelaku Diamankan Unit Jatanras Polres HSU dan Polsek Amuntai Utara

Dikatakannya, PAUD adalah Wajib Pajak (WP) Badan dan wajib mendaftar untuk mendapatkan NPWP. Berdasar data administrasi di kantornya, terdaftar 144 WP PAUD se-Kabupaten Banjar.

Rata-rata terdapat 30-an WP PAUD per hari yang datang ke Kantor Pajak (KP2KP) Martapura sejak Senin 17 Juni 2019 atau hari kerja pascalibur lebaran. Mereka ada yang berkonsultasi, menyetor, dan melapor SPT Masa Pajak-nya.

"Pengelola PAUD membuat Laporan Pertanggungjawaban Dana BOP, termasuk setoran pajak, ke Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar paling lambat hari Senin (24/06/2019)," sebut Nirwan.

Sekadar diketahui, pemerintah pusat melalui APBN Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (Ditjen PAUD dan Dikmas) Kemdiknas telah menyiapkan Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) sebesar Rp 4,4 triliun.

Dana BOP Rp 4,4 Triliun digunakan untuk belanja operasional pendukung kegiatan PAUD seperti buku-buku, alat DDTK, obat P3K, alat-alat belajar tematik, makanan tambahan. Alat Permainan Edukatif (APE), transport kegiatan/workshop guru, dan lain-lain.

Baca: Dua Pelaku Penggandaan Uang di Banjarbaru Diketahui Identitasnya, Masuk DPO Polres

Masing-masing PAUD yang telah terdata di masing-masing Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota se-Indonesia akan menerima Rp 600 ribu per anak untuk satu Tahun 2019.

Halaman
12
Penulis: Idda Royani
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved