Mengenal Keistimewaan Dedaunan Herbal

Tumbuh di Bumi Kalimantan Selatan, Daun Gelinggang Sekarang Diekspor ke Negeri Sakura

Daun Gelinggang ini berasal dari tumbuhan perdu besar dengan tinggi dapat mencapai Lima Sentimeter, bentuk daun lonjong, bunga berwarna kuning

Tumbuh di Bumi Kalimantan Selatan, Daun Gelinggang Sekarang Diekspor ke Negeri Sakura
banjarmasinpost.co.id/nurkholis huda
Pelepasan Daun Gelinggang atau Daun Ketepeng untuk ekspor ke Jepang. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Daun Gelinggang ini berasal dari tumbuhan perdu besar dengan tinggi dapat mencapai Lima Sentimeter, bentuk daun lonjong, bunga berwarna kuning dan batang berduri.

Daun ini tumbuh liar di daratan Kalimantan Selatan, sekarang dijadikan komoditi ekspor.

Kok bisa? Ya, adalah PT Sari Kaya Sega Utama di Banjarbaru yang menemukan dan memulai ekspor komoditi daun herbal gelinggang ini ke negeri Sakura Jepang.

Komoditi ini dipakai sebagai campuran teh untuk memperlancar buang Air Besar (BAB) dan antioksidan.

Direksi PT Sarikaya Sega Utama Michael Febrian Soemarko, mengatakan sejauh ini untuk tahun 2019 ini sudah 81,600 kilogram yang sudah diekspor dan biasa pemesanan meningkat di semester 1.

Dikatakan dia, komoditas ini memiliki peluang yang besar, namun diperlukan bantuan pemerintah, khususnya Kementerian Pertanian untuk membantu mempromosikan serta membuka akses pasar yang lebih luas.

Baca: Disebut Daun Ketepeng, Dulu Dikenal Obat Panu, Sekarang Diminum dengan Teh dan Manfaatnya Ini

Baca: Siap-siap! MK Bacakan Putusan Sidang Sengketa Pilpres 28 Juni 2019, Anwar Usman Sebut Memang Berat!

Baca: Live MNC TV! Timnas Futsal Indonesia vs Iran Perebutan Peringkat Ketiga Futsal Championship 2019

Dia menjelaskan. juga menjelaskan bahwa ekspor daun gelinggang ini diharapkan dapat terus ditingkatkan, karena ini akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kalimantan Selatan.

Menurut Michael, ekspor daun Gelinggang ini sejatinya sudah sejak 2003. Namun dalam kapasitas kecil. "Kali ini sudah sampai 150 ton pertahun. Daun ini disuplai dari Kapuas, Martapura Jorong amuntai, tanah Laut. Bintang sampai Batulicin," paparnya.

Kepala Pusat Kepatuhan, Kerjasama dan Informasi Perkarantinaan, Badan Karantina Pertanian (Barantan), Sujarwanto, ketika di Banjarbaru, menjelaskan, secara frekuensi pada kurun waktu tiga tahun terakhir frekuensi ekspor daun gelinggang ke Jepang mengalami peningkatan, dengan jumlah yang fluktuatif.

Masing-masing di tahun 2016 sebanyak 19 kali dengan jumlah 174 Ton, tahun 2017 frekuensi meningkat menjadi 34 kali dengan jumlah 123 Ton, dan tahun 2018 sebanyak 43 kali dengan jumlah 167 Ton. Sementara di tiga bulan pertama tahun 2019, daun gelinggang yang diekspor sudah 16 kali dengan jumlah 40 ton dengan nilai Rp 3 Milyar.

Saat ini , kata dia, baru ada satu perusahaan, PT. Sarikaya Sega Utama, yang mengekspor daun gelinggang ini di Indonesia. Komoditas ini di ekspor ke Jepang sebagai bahan baku obat herbal, karena daun gelinggang terkenal memiliki banyak manfaat yaitu untuk menyembuhkan penyakit kudis, malaria, sariawan, dan obat pencahar, tambahnya.
(banjarmasinpost.co.id /lis)

Penulis: Nurholis Huda
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved