Berita Kalteng

Pelajar Barut ini Diperiksa Polisi karena Upload Video Ada Lambang Terlarang

Berhati-hati dan bijaksanalah dalam menggunakan media sosial, karena bila salah dalam mengupload atau menshare gambar, status atau video

Pelajar Barut ini Diperiksa Polisi karena Upload Video Ada Lambang Terlarang
polres Barut
ES (16), salah seorang pelajar di Muara Teweh, Barito Utara, yang diperiksa polisi karena mengupload lambang partai komunis di akun Medsos miliknya. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MUARATEWEH - Berhati-hati dan bijaksanalah dalam menggunakan media sosial, karena bila salah dalam mengupload atau menshare gambar, status atau video di Media Sosial bisa berurusan dengan polisi, apalagi yang disebar bertendensi hoax, atau ujaran kebencian atau tentang faham terlarang.

Seperti yang dilakukan salah seorang pelajar di Muara Teweh Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, dengan inisial ES (16), salah satu Pelajar SMA di Muara Teweh yang beralamat di Jalan Langsat Gang. SDN 4 Lanjas Kelurahan Lanjas, Muara Teweh.

Dia diperiksa polisi Polres Barut atas tindakan cerobohnya lewat akun Media Sosial instagramnya, memasukan atau mengupload video yang ada lambang palu arit yang merupakan lambang Partai Komunis Indonesia (PKI).

Anak baru gede ini diperiksa polisi, Sabtu (22/6/2019) pukul 16.00 WIB.

Dia mengupload video yang berisikan gambar palu arit ke akun instagram miliknya bernama Blmbae.

Baca: Agung Hercules Kembali Dilarikan ke Rumah Sakit Setelah Sempat Perawatan Kanker Otak di Rumah

Baca: Niat Deddy Corbuzier Mualaf Diungkap Kalina Ocktaranny Saat Ada Almarhum UJE, Bukan Ada Sabrina

Baca: Menangis dan Bersimpuh di Hadapan Addie MS dan Memes, Ternyata Ini yang Melilit Hidup Kevin Aprilio

Baca: Terungkap Fakta Soal Puput Nastiti Devi Istri Ahok BTP Dibilang Hamil? Bentuk Pinggangnya Sudah Beda

Sebelumnya dia terlebih dahulu mengedit video tersebut menggunakan telepon selular merek Oppo F3 dengan aplikasi Kinemaster dan mendapatkan logo PKI dengan melakukan pencarian di google image dengan kata kunci "Foto Bendera China".

Dari keterangannya, Edi mengaku kepada polisi, bahwa dia melakukan hal tersebut hanya sekedar hobby editing dan hanya untuk lucu-lucuan bersama teman sekelasnya serta tidak menyebarluaskan video tersebut selain mengupload ke media instagram.

Hasil pemeriksaan tidak ada niat melawan hukum untuk melakukan perbuatan pidana dan pelaku masih di bawah umur sehingga dibuatkan surat pernyataan tidak akan mengulangi lagi dengan disaksikan oleh orangtua dan guru sekolah dengan maksud memberi efek jera kepada siswa lain terhadap kegiatan yang dapat berakibat hukum.

Kabid Humas Polda Kalteng, Kombes Pol Hendra Rochmawan, mengingatkan, agar warganet jangan mudah menshare atau mengupload foto, meme, gambar, video maupun status ujaran kebencian, berita hoax atau ajaran atau faham terlarang, karena bisa kena UU-ITE.

"Bijaksanalah, dan jangan menshare apalagi mengupload hoax maupun ujaran kebencian di medsos, karena bisa berdampak melanggar hukum," ujarnya. b

Banjarmasinpost.co.id /faturahman

Penulis: Fathurahman
Editor: Edinayanti
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved