SARABA KAWA

Tingkatkan Kemampuan Penyuluh, 160 Penyuluh Pertanian Kalsel dan Kalteng Ikut Seminar Ini

160 Penyuluh dan petugas pertanian dari berbagai DPD yang tergabung dalam Perhiptani Kalsel dan Kalteng ikut seminar Pengelolaan Hayati Tanaman.

Tingkatkan Kemampuan Penyuluh, 160 Penyuluh Pertanian Kalsel dan Kalteng Ikut Seminar Ini
HO/Humas Pemkab HSU
160 Penyuluh dan petugas pertanian dari berbagai DPD yang tergabung dalam Perhimpunan Penyuluh Pertanian Indonesia (Perhiptani) Kalsel dan Kalteng mengikuti seminar Hayati Tanaman Holtikultura di Tanjung Tabalong. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, TANJUNG - 160 Penyuluh dan petugas pertanian dari berbagai DPD yang tergabung dalam Perhimpunan Penyuluh Pertanian Indonesia (Perhiptani) Kalimantan Selatan dan Tengah mengikuti Seminar Pengelolaan Hayati Tanaman Hortikultura bagi Petani dan Penyuluh Pertanian.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Perhimpunan Penyuluh Pertanian Indonesia (Perhiptani) DPD Tabalong bersama Dinas Pertanian Kabupaten Tabalong serta didukung pemkab Tabalong ini bertujuan bagaimana menghasilkan produksi tanaman holtikultura itu bisa meningkat serta bagaimana pengelolaan dan pengendalian hama penyakit yang ramah lingkungan.

Hal tersebut diungkapkan Ketua Dewan Perwakilan Daerah Perhiptani Tabalong, Yana Mulyana.

“Jadi seminar hari ini akan membahas terkait dengan pengelolaan penyakit Holtikultura yang dikendalikan secara hayati serta bagaimana meningkatkan hasil produksi tanaman holtikukutura secara organik ditingkat petani, ini juga menjadi tujuan lainnya dilaksanakan seminar ini, “Kata Mulyana.

Selain itu, menurut Yana kegiatan ini akan menjadikan sasaran dan referensi bagi para penyuluh pertanian maupun petugas di lapangan dalam memberikan penyuluhan kepada para petani bagaimana supaya produksi meningkat, bisa mendapatkan biaya murah dan aman dari pupuk kimia pestisida.

Terkait hal itu, Bupati Tabalong , H Anang Syakhfiani saat membuka acara tersebut sekaligus menjadi Keynote Speaker mengharapkan kepada para penyuluh pertanian bisa menumbuhkembangkan dan membangun kembali rasa percaya dirinya terhadap profesinya.

Hal tersebut, karena dalam pengamatan beliau, profesi sebagai penyuluh masih tidak yakin dan tidak punya rasa percaya diri, dan masih jalan ditempat. Ditambah beliau menginginkan ada sesuatu yang dibanggakan.

Oleh sebab itu, tambah Bupati, kalau profesi ini makin dihargai orang dan makin terhormat dan makin exist, maka kawan penyuluh sekalian harus menumbuhkembangkan kembali rasa percaya diri dari dalam.

“Caranya bagaimana, seminar seperti ini sering sering dilaksanakan, supaya apa, agar para penyuluh bisa memberikan kontribusi yang makin besar terhadap upaya memacu percepatan pembangun pertanian di daerah masing masing, ” jelas Bupati.

Selebihnya, bupati juga meminta kepada penyuluh agar menjadi peniliti dan pengembangan (Litbang) di lokasi tugasnya bagi petani. (*/Aol)

Penulis: Reni Kurnia Wati
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved