Berita Regional

4 Hari Hilang di Pantai, Legenda Persis Solo Ferry Anto Masih Belum Ditemukan, SAR Gunakan Drone

Mantan pemain Persis Solo Ferry Anto yang hilang di Pantai Baru Srandakan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta pada Kamis

4 Hari Hilang di Pantai, Legenda Persis Solo Ferry Anto Masih Belum Ditemukan, SAR Gunakan Drone
Dokumentasi Basarnas Yogyakarta
Tim SAR gabungan melakukan pencarian terhadap mantan pemain Persis Ferry Anto Saputro yang tenggelam di Pantai Baru, Desa Poncosari, Kecamatan Srandakan, Kabupaten Bantul, Yogyakarta. Tim SAR gabungan kembali melakukan pencarian pada hari Minggu (23/6/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, YOGYAKARTA - Mantan pemain Persis Solo Ferry Anto yang hilang di Pantai Baru Srandakan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta pada Kamis (20/6/2019) belum ditemukan hingga pencarian hari keempat atau pada Mingggu (23/6/2019).

Pada hari keempat, tim SAR gabungan melakukan pencarian dengan menyisir sepanjang Pantai Baru.

Selain itu, tim juga melakukan pencarian menggunakan drone. Namun, hingga Minggu petang, pencarian belum membuahkan hasil.

Kepala Humas Basarnas Yogyakarta Pipit Eriyanto mengatakan, beredar informasi di masyarakat bahwa jasad Feryanto sudah ditemukan pada Sabtu kemarin.

"Korban yang ditemukan pada Sabtu pukul 08.20 adalah Fajrina Dwi Saputri (7) yang merupakan anak Ferry Anto. Jadi kami harap masyarakat tidak memberikan penyataan yang belum tentu kebenarannya dan menjadi hoaks," kata Pipit seperti dikutip dari Antara, Minggu.

Baca: Remaja Ditemukan Tewas dengan Tangan Terikat, Polisi Pun Kantongi Identitas Pembunuh

Baca: Dijadikan Pemuas Nafsu oleh Pria yang Dikenal di Tinder, Wanita Ini Sebut Pemerkosaan & Lapor Polisi

Baca: 9 Pelajaran Berharga dari Tokoh Super Iron Man, Terus Belajar Meski Nyaris Mati Membeku

Oleh karena itu, dia mengimbau kepada masyarakat untuk mengonfirmasi kebenaran kabar yang beredar kepada pihak-pihak terkait, seperti kepolisian setempat dan Basarnas Yogyakarta.

Ia mengatakan, Basarnas dan tim SAR gabungan akan terus melakukan pencarian sampai tujuh hari sesuai SOP (standar operasional prosedur) Basarnas yang sudah diatur dalam UU Nomor 29 Tahun 2014 tentang Pencarian dan Pertolongan (SAR).

"Operasi yang dilaksanakan Basarnas adalah tujuh hari pencarian, apabila setelah tujuh hari pencarian korban tidak ditemukan maka Basarnas akan kordinasi dengan semua pihak termasuk dengan keluarga korban untuk menutup operasi SAR," ujarnya.

Apabila keluarga korban minta tambahan hari pencarian, maka Basarnas akan menambah tiga hari pencarian.

Namun, jika korban kembali tidak ditemukan, Basarnas akan berkoordinasi dengan semua pihak untuk menutup operasi SAR.

"Dalam operasi SAR dilaksanakan sesuai UU pencarian dan pertolongan, operasi SAR yang sudah ditutup bisa dibuka apabila ada permintaan keluarga korban atau pemerintah daerah dengan pertimbangan masih ada tanda-tanda korban ditemukan," kata Pipit.

Hai Guys! Berita ini ada juga di KOMPAS.com

Editor: Didik Trio
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved