Saraba Kawa

Angkutan Sampah dan Angkutan Kota di Tabalong Gunakan Biodesel dari jelantah

Bumdes Berkah Bersama Desa Maburai Kecamatan Murung Pudak saat ini terus berupaya untuk mengumpulkan jelantah dari masyarakat

Angkutan Sampah dan Angkutan Kota di Tabalong Gunakan Biodesel dari jelantah
Dinas Kominfo Tabalong
Bupati Tabalong Anang Syakhfiani Melaunching penggunaan energi baru terbarukan bahan bakar minyak Biodiesel B-20 untuk Armada sampah dan angkutan kota di Tabalong. 

 Terpisah Kepala Dinas Lingkungan Hidup Rowi Rawatianice mengatakan program ini adalah kerjasama antara Pemerintah Daerah dan PT Adaro Indonesia, dengan adanya program kerjasama ini akan sangat membantu pemanfaatan limbah jelantah. 

Pemerintah Daerah akan mendukung dan memperluas program ini, dan rencananya akan diadakan disetiap kecamatan.

Uji Coba Road Test mobil yang menggunakan bahan bakar Biodiesel B-20
Uji Coba Road Test mobil yang menggunakan bahan bakar Biodiesel B-20 (Dinas Kominfo Tabalong)

"Setiap kecamatan melalui Bumdes akan ada pemanfaatan Jelantah, untuk mengembangkan usaha Bumdes selain jual beli sembako," ujarnya.

Pada uji coba ini pemanfaatan Biodiesel diterapkan pada dua armada angkutan sampah dan satu angkutan kota. Sebelumnya PT Adaro Indonesia telah memanfaatkan bahan bakar biodiesel di 10 mobil operasional.

 Bumdes Berkah Bersama Desa Maburai Kecamatan Murung Pudak yang telah mengumpulkan jelantah dari masyarakat.

Kepala Desa Maburai Edi Rahmanto mengatakan saat ini pihaknya bekerjasama dengan PT Adaro Indonesia untuk memanfaatkan limbah jelantah untuk bahan dasar pembuatan bahan bakar biodiesel. 

Warga Maburai banyak yang memiliki usaha pengolahan makanan, baik warung ataupun jasa catering dalam jumlah besar.

Edi mengatakan saat ini aparat desa terus melakukan komunikasi dengan para pedagang dan pengusaha makanan untuk bisa bekerjasama dalam mewujudkan makanan sehat dan lingkungan yang bersih. 

Edi menambahkna selama ini memang masih banyak pedagang yang memakai minyak goreng berkali kali bahkan tidak dibuang, hanya ditambah dengan minyak goreng baru.

Saat sudah tidak bisa digunakan pun jelantah langsung dibuang begitu saja, pihak desa memang terus melakukan imbauan namun karena belum ada solusi yang ditawarkan sehingga kerepotan.

Bupati HSS Anang Syakhfiani saat memimpin apel peringatan hari lingkungan hidup yang dirangkai dengan peluncuran Biodesel B-20 yang berasal dari jelantah
Bupati HSS Anang Syakhfiani saat memimpin apel peringatan hari lingkungan hidup yang dirangkai dengan peluncuran Biodesel B-20 yang berasal dari jelantah (Dinas Kominfo Tabalong)

"Namun sekarang sudah ada solusi dengan adanya program pemanfaatan jelantah, warga tidak kerepotan lagi untuk membuang jelantah yang sudah tiga kali digunakan," ujarnya.

Sebelumnya Bumdes Berkah Bersama juga pernah mengumpulkan jelantah dari warga dan dijual ke pengumpul untuk bahan tambahan pembuatan lilin.

Pembali dari luar daerah dan tidak menentu datangnya kapan, sehingga jika ada pengelolaan dan pemanfaatan jelantah di daerah warga jelas akan bisa lebih banyak berpartisipasi. 

"Sejauh ini jelantah dari warga dibeli dengan harga Rp 1000 perliter, ada yang langsung diambil tunai ada juga yang ditabung melalui tabungan desa, setelah terkumpul warga menukarnya dengan sembako," ujarnya.

Edi berharap dengan adanya kerjasama dengan PT Adaro Indonesia dalam pemanfaatan jelantah bisa meningkatkan kesadaran warga dalam penggunaan minyak goreng yakni hanya baik digunakan sebanyak tiga kali dan tidak membuang jelantah tersebut ke sembarang tempat. 

Peringatan hari Lingkungan Hidup di Tabalong
Peringatan hari Lingkungan Hidup di Tabalong (Dinas Kominfo Tabalong)

(AOL)

Penulis: Reni Kurnia Wati
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved