Berita HSU

BPOM HSU Dapati Kandungan Rhodamin B Saat Ambil Sampel Bahan Makanan dari Pedagang di Pasar Ini

Kegiatan Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) dan operasi terpadu pasar aman dari bahan berbahaya kembali digelar Kantor BPOM HSU

BPOM HSU Dapati Kandungan Rhodamin B Saat Ambil Sampel Bahan Makanan dari Pedagang di Pasar Ini
Dari BPOM HSU untuk BPost
Kegiatan Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) dan operasi terpadu pasar aman dari bahan berbahaya kembali digelar┬áKantor BPOM di Kabupaten Hulu Sungai Utara ke pedagang di pasar hsu 

BANJARMASINPOST.CO.ID, AMUNTAI - Kegiatan Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) dan operasi terpadu pasar aman dari bahan berbahaya kembali digelar Kantor BPOM di Kabupaten Hulu Sungai Utara.

Bekerja sama dengan Dinas Kesehatan dan Dinas Perdagangan perindustrian koperasi dan UKM HSU, kegiatan langsung menyasar beberapa pasar dalam dua hari.

Kepala Loka POM HSU, Bambang Hery Purwanto, Senin (24/6/2019), membenarkan pihaknya kembali me
melakukan kegiatan KIE dan operasi terpadu pasar aman dari bahan berbahaya di beberapa titik pasar di Kabupaten HSU.

"Kegiatan dilakukan selama dua hari, Kamis dan Jumat tanggal 20 dan 21 Juni 2019 tadi," katanya.

Untuk operasi hari pertama dilakukan tim gabungan terhadap barang jualan pedagang yang ada di Pasar Kamis, wilayah Kecamatan Amuntai Tengah.

Baca: Mimpi Ibas pada Sosok Ibundanya Ani Yudhoyono Hingga Beri Pesan Untuk Putra Kedua SBY

Baca: Putra Bupati Seruyan Bakal Ramaikan Bursa Calon Bupati Kotim

Baca: IHSG Ditutup Terkoreksi 26 Poin, Dampak Penurunan Impor yang Lebih Tinggi Dari Ekspor

Baca: Prediksi Skor PSM Makassar vs Becamex Binh Duong di Leg Kedua Semifinal Piala AFC 2019

Di Pasar Kamis ini, petugas mengambil sebanyak 32 sampel, dintaranya kue apam, saos, pentol, tetasi kerupuk, opak dan juga pewarna sumba.

Dari hasil pengujian terhadap semua sampel tersebut ternyata ada didapatkan dua sampel yang positif mengandung rhodamin B atau pewarna tekstil.

Dua sampel yang mengandung rhodamin B itu adalah opak dan pewarna sumba tekstil yang dijual di toko bahan makanan.

"Setelah itu tim melanjutkan operasi kedua di Pasar Senin Jumat dan Pasar Sejumput di Amuntai Tengah," katanya.

Petugas memeriksa kandungan makanan dalam kegiatan Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) dan operasi terpadu pasar aman dari bahan berbahaya kembali digelar Kantor BPOM di Kabupaten Hulu Sungai Utara..jpg
Petugas memeriksa kandungan makanan dalam kegiatan Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) dan operasi terpadu pasar aman dari bahan berbahaya kembali digelar Kantor BPOM di Kabupaten Hulu Sungai Utara..jpg (Dari BPOM HSU untuk BPost)

Di pasar ini tim mengambil sebanyak 27 sampel di Pasar Senin Jumat dan enam sampel di Pasar Sejumput di Amuntai Tengah.

Sampel yang diperoleh antara lain, pentol, saos, cendol, pewarna sumba, kerupuk, gorengan, rambut nenek, sirup, dan pop corn.

Baca: NEWSVIDEO : Kendarai Trail, Pegawai Dispersip Kalsel Kunjungi Sekolah di Gang Sempit

Baca: Hadapi Grand Final Putri Pariwisata Kalsel 2019, Dua Bulan Nurul Lakukan Persiapan

Baca: Pemprov Usulkan 1900 CPNS, Terbanyak Formasi Tenaga Pendidikan dan Kesehatan

Ternyata dari hasil pengujian lagi-lagi diperoleh kandungan rhodamin B dari satu sampel, yakni dari sampel kerupuk di Pasar Sejumput.

Terhadap temuan ini, ditindaklanjuti dengan memberikan surat peringatan pertama dari Kepala BPOM kepada pedagang yang terbukti menjual bahan makanan yang mengandung bahan berbahaya tersebut.

Kemudian bagi masyarakat juga diimbau
untuk berhati-hati dalam membeli jajanan khususnya yang berwarna merah berpendar. (banjarmasinpost.co.id/dony usman)

Penulis: Dony Usman
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved