Berita Tanahbumbu

Dua Ribu Lebih Lahan Pertanian Terdampak Pascabanjir, Perkiraan Kerugian Capai Rp 35 Miliar

Pascabanjir di sejumlah wilayah di Kabupaten Tanahbumbu berdampak terhadap kerusakan hasil pertanian.

Dua Ribu Lebih Lahan Pertanian Terdampak Pascabanjir, Perkiraan Kerugian Capai Rp 35 Miliar
banjarmasinpost.co.id/herliansyah
Kasi Pembenihan dan Perlindungan Indra Wijaya (kanan) didampingi staf Dinas Pertanian Kabupaten Tanahbumbu 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BATULICIN - Pascabanjir di sejumlah wilayah di Kabupaten Tanahbumbu berdampak terhadap kerusakan hasil pertanian.

Kerugian materil dialami petani diperkirakan mencapai Rp 35 miliar lebih.

Berdasar data Dinas Pertanian Kabupaten Tanahbumbu, perkiraan kerugian dari total luas sawah, mayoritas adalah tanaman padi yang terancam rusak.

Lebih 2.000 hektare atau 2.010,77 hektare lahan sawah terdampak banjir tersebar di 10 kecamatan.

Kepala Seksi Pembenihan dan Perlindungan pada Dinas Pertanian Tanahbumbu Indra Wijaya SP mengatakan, tanaman padi terancam rusak bervariasi mulai baru tanam (semaian) hingga berumur tiga bulan dan menjelang panen.

Baca: 7 Fakta Game PUBG Haram di Aceh, Satpol PP Batalkan Turnamen Hingga Tanggapan Ustadz Abdul Somad

Baca: Pembalasan Nagita Slavina pada Raffi Ahmad yang Ingin Nikah Lagi dalam Video Pranknya

Baca: Ancaman Ivan Gunawan pada Ayu Ting Ting Jika Lamarannya Ditolak, Inikah Sosok Penggantinya?

Baca: Bagian Wajah Krisdayanti yang Jadi Objek Operasi Plastik, Ibu Aurel Hermansyah Ungkap Biayanya

"Tapi itu hanya data yang terdampak. Adapun masalah panennya, ada sebagian bisa panen ada yang belum. Dan itu sangat sulit mengukur luasannya. Karena spot by spot. Kalau di rupiahkan kerugiannya Rp 35 miliar lebih. Ya, kalau diasumsikan tanaman rusak semua," kata Indra didampingi stafnya.

Terkait hal itu, berdasar data tersebut, tambah Indra, pihaknya sudah mengusulkan rencana bantuan pemberian bibit yang anggarannya bersumber dari APBD Kabupaten, Provinsi hingga Pusat.

Disinggung soal penanganan, lebih lanjut Indra menjelaskan, tanaman padi sawah petani hampir setiap tahun terdampak banjir terancam rusak.

Meski demikian, pihaknya mempunyai beberapa langkah upaya meminimalisir kerugian dialami petani.

Disarankan kepada petani untuk ikut AUTP (asuransi usaha tani padi) ke PT Jasindo.

"Petani dimintakan dalam satu hektarenya Rp 36 ribu perkali tanam. Jadi saat terkena banjir, akan mendapatkan Rp 6 juta," jelas Indra.

Sementara itu cara lain bisa dilakukan mencegah kerugian, antara lain mempercepat waktu tanam.

Selain pemilihan varitas yang tahan rendaman, memperbaiki tata kelola air baik di lahan sawah, saluran mikro dan saluran makro untuk pembuangan air.

BANJARMASINPOST.co.id/helriansyah

Penulis: Herliansyah
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved