Berita HSS

Dukung Konsep Layanan Syariah, Pegawai RS H Hasan Basry Dibimbing Fikih Pasien

Rumah Sakit H Hasan Basry (RSHB) Kandangan melaksanakan bimbingan fikih pasien terhadap seluruh pegawai rumah sakit, Senin (24/6/2019)

Dukung Konsep Layanan Syariah, Pegawai RS H Hasan Basry Dibimbing Fikih Pasien
banjarmasin post group/ hanani
Rumah Sakit H Hasan BAsry Kandangan, di Kabupaten Hulu Sungai Selatan 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KANDANGAN - Untuk mendukung pelayanan berbasis syariah, Rumah Sakit  H Hasan Basry (RSHB) Kandangan melaksanakan bimbingan fikih pasien terhadap seluruh pegawai rumah sakit, Senin (24/6/2019).

Bimbingan bertajuk Mandatory Training bertujuan agar seluruh pegawai memiliki kompetensi, dalam memberi informasi maupun melaksanakan bimbingan ibadah kepada pasien dan keluarga pasien.

 Mandatory Training, salah satu syarat dilakukannya visitasi oleh Dewan Syariah Nasional bagi rumah sakit berstandar syariah.

Kegiatan di Aula lantai II RSHB tersebut dibuka Bupati HSS H Achmad Fikry. Dihadiri Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) HSS, Tuan Guru H Muhammad Riduan Basery, serta  narasumber dari MUI HSS, Dewan Pengawas RSHD, Direktur RSHB drHj Rasyidah, serta jajaran manajemen.

Baca: Dua Hari Menghilang, Kakek Rahman Diduga Tenggelam di Sungai Awang Banjarmasin

Baca: Puluhan Murid Kelas Sains Inkuiri Serbu Sawah untuk Belajar Hal Baru

Baca: Operasi Jaran Intan 2019, Unit Jatanras Polres HSU dan Polsek Babirik Bekuk Pelaku Curanmor

Baca: Gempa Bumi Bermagnitudo 7,7 SR Guncang Wilayah Laut Banda, Getaran Sampai NTT, Potensi Tsunami?

 Direktur RSHB Kandangan, dr Rasyidah menjelaskan, persiapan menuju rumah sakit berbasis syariah sudah memasuki tahap akhir, yaitu Mandatory Training.

“Setelah ini kami  mengajukan surat permohonan penilaian kepada Majelis Kesehatan Islam Nasional dari Majelis Ulama Indonesia di Jakarta untuk turun ke lapangan. Mohon doanya, semoga sertifikasi syariah segera didapatkan, demi  keberkahan yang kita harapkan,”kata Rasyidah.

 Disebutkan, ststus rumah sakit  berbasis syariah, bukan berarti hanya melayani pasien muslim. Tapi juga pasien non muslim tetap mendapatkan perlakuan yang sama.

Konsep syariah, jelas dia hanya diberlakukan untuk pasien muslim. Sedangkan pasien non muslim disiapkan rohaniawan non muslim, seperti pastor yang sudah bekerjasama dengan RSHD.

“Di depan pintu masuk ada Informed Consent. Pasien ingin dilayani dengan agama apa disesuaikan kebutuhan masing-masing,”kelas Rasyidah.

 RSHB saat ini sudah menerapkan pembagian tempat dimaa  ada pemisahan pasien laki-laki dan pasien perempuan. Untuk pemasangan keteter, juga dilayani sesuai  gender.

Halaman
123
Penulis: Hanani
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved