Berita Banjarmasin

Krisis Bahasa Indonesia di Tengah Masyarakat, Lebih Bangga Berbahasa Asing

Kepala Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Selatan, Imam Budi Utomo menyebutkan saat ini krisis terhadap Bahasa Indonesia telah terjadi

Krisis Bahasa Indonesia di Tengah Masyarakat, Lebih Bangga Berbahasa Asing
banjarmasinpost.co.id/ghanie
Kepala Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Selatan, Imam Budi Utomo saat memberikan pemaparan Diskusi kelompok Terpumpun Pemakaian pada Bahasa Di Media Massa, Senin (24/6/2019) siang tadi 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Kepala Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Selatan, Imam Budi Utomo menyebutkan saat ini krisis terhadap Bahasa Indonesia telah terjadi di tengah masyarakat.

Hal itu menurutnya bisa dilihat dari tiga kategori, yang pertama itu adalah berkaitan dengan kepekaan seseorang sebagai bangsa Indonesia menggunakan bahasa Indonesia.

Namun kenyataannya, tidak sedikit saat ini masyarakat justru bangga menggunakan bahasa asing dalam sehari-hari sehingga bisa dikatakan krisis identitas.

Kemudian yang kedua, berkaitan dengan sikap kesetiaan seseorang dalam menggunakan bahasa Indonesia yang saat ini terbilang kurang.

Kondisi ini justru bertolak belakang dengan negara lain yang sangat menjunjung tinggi bahasa aslinya.

Baca: Pembalasan Nagita Slavina pada Raffi Ahmad yang Ingin Nikah Lagi dalam Video Pranknya

Baca: Penampakan Della Perez Seusai Adik Julia Perez Putuskan Berhijab, Mantan Billy Syahputra Disorot

Baca: BREAKING NEWS: Melaju Kencang, APV Tabrak Warung dan Kios Kemudian Nyungsep ke Sungai

Baca: Bagian Wajah Krisdayanti yang Jadi Objek Operasi Plastik, Ibu Aurel Hermansyah Ungkap Biayanya

"Kita boleh bangga kalau ada orang asing yang menggunakan bahasa Indonesia. Tetapi terkadang kita sendiri tidak menggunakan bahasa Indonesia. Ini juga menunjukkan bahwa kita sudah mengalami krisis terhadap identitas bangsa Indonesia," jelasnya.

Sedangkan yang terakhir yakni berkaitan dengan mempelajari kaidah-kaidah kebahasaan Bahasa Indonesia itu sendiri.

Namun kenyataannya tidak sedikit saat ini tidak memperhatikan dan mempelajari kaidah-kaidah bahasa Indonesia tersebut.

"Jadi bukan hanya sekadar bangga bukan hanya sekadar setia menggunakan tetapi juga kita harus paham terhadap kaidah kaidah di dalamnya," jelas Imam pada kegiatan Diskusi kelompok Terpumpun Pemakaian Bahasa di Media Massa, Senin (24/6/2019) siang tadi.

(banjarmasinpost.co.id /Ahmad Rizki Abdul Gani)

Penulis: Ahmad Rizky Abdul Gani
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved