B Focus Urban Life

Pasar Tungging Riwayatmu Kini, Usni Tak Lagi Raup Rp 1 Juta perhari

Usni menghisap dalam-dalam asap rokoknya sambil duduk di kursi plastik yang terletak di tengah susunan sendal dan sepatu yang digelar di lapaknya.

Pasar Tungging Riwayatmu Kini, Usni Tak Lagi Raup Rp 1 Juta perhari
BPost Cetak
B Focus edisi cetak Senin (24/6/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Usni menghisap dalam-dalam asap rokoknya sambil duduk di kursi plastik yang terletak di tengah susunan sendal dan sepatu yang digelar di lapaknya.

Sesekali matanya tampak liar memandang hilir mudik pengunjung sambil menawarkan aneka dagangan yang ada di tokonya.

"Silakan dipilih bu, mau ukuran berapa?," ujarnya dengan nada agak merayu.

Ya, Usni merupakan salah satu dari sekitar 400 pedagang Pasar Tungging Kalindo di Jalan Belitung Darat Banjarmasin.

Dia berjuang sekitar lima tahun sebagai pedagang di pasar tumpah yang sebelumnya berada di sepanjang Jalan Belitung.

Baca: Terima Mahar Rp 500 Juta, 1 Hektar Lahan dan Mobil Mewah, Gadis Ini Juga Pamer Segepok Uang

Baca: 3 Guru Pesta Seks dengan 3 Siswi SMP di Laboratorium Sekolah, KPAI Desak Kepala Sekolah Lakukan Ini

Baca: Biaya Pengobatan Kanker Otak Seperti Diderita Agung Hercules, Bisa Habiskan Rp 2 Miliar, Ini Rincian

Baca: Gisella Anastasia dan Wijaya Saputra Jalani Foto Prewedding? Mantan Istri Gading Marten Buka Suara

Baca: Reino Barack Tertawakan Syahrini Gara-gara Ancaman Burung Liar Ini, Incess Sampai Teriak

Pahit dan getirnya berjualan sudah ia rasakan.

Salah satu cerita duka yang tak pernah hilang dalam ingatannya itu yakni saat meninggalkan Pasar Tungging ketika masih di bahu Jalan Belitung Darat.

Sejak kepindahan itu, untuk mencari penghasilan Rp 1 juta per hari tak pernah ia temui.

"Kalau dulu pendapatan Rp 1 juta per hari bisa saja. Sekarang, rata-rata Rp 600 ribu per malam, itu belum kalau cuaca hujan," keluhnya.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved