Kriminalitas Kotabaru

Tak Sampai 12 Jam, Pelaku Pembunuhan di Sungai Durian Diringkus, Pura-pura Ikut Berkabung

Tak sampai 1 x 24 jam, pelaku pembunuhan di Jalan Main Road B/C 9 Divisi 1 PT Sawita Karya Manunggal Kecamatan Sungai Durian Kabupaten Kotabaru,

Tak Sampai 12 Jam, Pelaku Pembunuhan di Sungai Durian Diringkus, Pura-pura Ikut Berkabung
istimewa
barang bukti yang diamankan yaitu 1 hem dengan motif list putih yang digunakan pelaku, satu lembar celana panjang kain warna cream, jaket warna hitam, sepasang sandal, dan senjata tajam jenis clurit lengkap dengan kumpang warna putih. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KOTABARU - Tak sampai 1 x 24 jam, pelaku pembunuhan di Jalan Main Road B/C 9 Divisi 1 PT Sawita Karya Manunggal Kecamatan Sungai Durian Kabupaten Kotabaru, diringkus jajaran buser dan polsek Sungai Durian.

Dipimpin langsung Kasat Reskrim Polres Kotabaru Iptu Imam Wahyu Pramono SIK, pelarian pelaku usai melakukan pembunuhan berakhir sudah.

Pelaku diketahui bernama Ismail alias Pak Anton (37) warga Perumahan Randi 1 Desa Bakau Kecamatan Pamukan Utara Kabupaten Kotabaru.

Menariknya, pelaku diringkus justru saat mendatangi korbannya di Puskesmas Sungai Durian.

Pelaku berpura-pura berkabung dengan mendatangi korban ke Puskesmas yang memang merupakan kenalannya itu.

Namun, identitas yang sudah dikantongi petugas tak bisa dikibuli.

Usai melihat korbannya di Desa Manunggal Lama tepatnya di Puskesmas Kecamatan Sungai Durian Kotabaru, polisi yang saat itu dipimpin Kasatreskrim Iptu Imam langsung menangkapnya, pada Senin (24/6/19) sekitar pukul 02.00 wita dinihari.

Pelaku sempat mengelak.

Baca: Keberadaan Ahok BTP Dipertanyakan Saat Nicholas Sean Posting Foto Ultah Kakek Buyutnya

Baca: Lagu Ariel NOAH yang Bikin Luna Maya Baper, Ungkap ke Ayu Dewi Soal Perasaannya pada sang Mantan

Baca: Sebut Bak Ikan Asin, Galih Ginanjar Bandingkan Soal Ranjang Barbie Kumalasari dan Fairuz A Rafiq

Baca: Gisella Anastasia dan Wijaya Saputra Jalani Foto Prewedding? Mantan Istri Gading Marten Buka Suara

Namun dari barang bukti dan keterangan yang didapatkan pihak kepolisian membuat pelaku tak bisa berkutik.

Pelaku langsung digelandang ke Mapolsek untuk diperiksa.

Kapolres Kotabaru AKBP Suhasto SIK MH, melalui Kasat Reskrimnya Iptu Imam Wahyu Pramono SIK, membenarkan penangkapan pelaku saat berada di puskesmas.

Dimana saat itu, pelaku berpura-pura menjenguk dan berduka dengan datang langsung ke Puskesmas.

Namun Polisi yang sudah mengantongi identitasnya pun langsung menangkap pelaku.

Setelah diintrogasi, pelaku akhirnya mengakui perbatannya.

Pelaku mengakui telah membunuh korban di pinggir jalan Sawitan tersebut.

Dia mengaku sakit hati sehingga muncul perasaan untuk membunuh korbannya.

Iptu Imam menyebutkan kepada Bpost, pelaku atas nama Ismail alias Pak Anton telah melakukan pembunuhan yang telah direncanakan 2 hari sebelum kejadian terhadap korban.

Pelaku menggunakan senjata tajam jenis Clurit dengan cara menebas leher dan kepala korban secara membabi buta.

"Motif pembunuhan karena sakit hati lantaran korban dinilai telah mengguna-gunai, membuat sakit anggota keluarganya. Korban dianggap mengirim penyakit dengan ilmu hitam yang dimiliki oleh korban, " katanya.

Dugaan itu membuat pelaku geram karena keluarganya dianggap pernah disantet.

Sebab itu, pelaku sakit hati dan berencana ingin balas dendam dengan membunuh korban hingga akhirnya mendapatkan momen untuk membunuh.

Sementara itu, barang bukti yang diamankan yaitu 1 hem dengan motif list putih yang digunakan pelaku, satu lembar celana panjang kain warna cream, jaket warna hitam, sepasang sandal, dan senjata tajam jenis clurit lengkap dengan kumpang warna putih.

"Kini pelaku masih diperiksa lebih lanjut dan akan diproses sesuai undang-undang yang berlaku," tutupnya.

Sekedar diketahui, peristiwa pembunuhan itu diketahui terjadi pada Minggu (23/6/19) kemarin dan ditemukan warga sekitar pukul 12.30 wita.

(Banjarmasinpost.co.id/man hidayat)

Penulis: Man Hidayat
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved