Berita Banjarbaru

Ada Arsip Dijual? Siap-siap kena Pidana!

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kalsel melakukan pemusnahan arsip yang sudah tak bernilai guna sebanyak 1.868 berkas.

Ada Arsip Dijual? Siap-siap kena Pidana!
banjarmasinpost.co.id/salmah
Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kalsel melakukan pemusnahan arsip yang sudah tak bernilai guna sebanyak 1.868 berkas. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kalsel melakukan pemusnahan arsip yang sudah tak bernilai guna sebanyak 1.868 berkas.

Arsip tersebut milik Biro Keuangan Sekretariat Daerah (Bakeuda) Tingkat I Provinsi Kalimantan Selatan yang terkumpul dalam kurun waktu 1968-1995 atau 56 tahun.

Pemusnahan dengan cara dicacah tersebut secara simbolis dilakukan di Depo Arsip Banjarbaru, Selasa (25/6), disaksikan pihak biro hukum dan pengawasan serta media massa.

Drs Tato Pujiarto, Kasubdit Akuisi Arsip I Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) mengatakan, arsip diciptakan untuk digunakan.  

Baca: Faktor Lingkungan Pemicu Kanker Otak Glioblastoma Seperti Agung Hercules, Bukan hanya Rokok!

Baca: Pesan Menohok Ibunda Kriss Hatta ke Hilda Vitria Pasca Tangis di Pengadilan, Fakta Baru Terungkap

Baca: Gisella Anastasia Sebut Keburu Sadar Saat Bersama Wijin, Postingan Mantan Gading Marten Disorot

Baca: Driver Ojek Online Ini Mendadak Viral, Pakai Motor Senilai Rp240 Juta, Begini Alasannya

Seiring waktu, arsip terus bertambah dan ada arsip yang tidak lagi digunakan sehingga pencipta arsip atau SKPD harus memusnahkan arsip tersebut.

"Bakeuda punya banyak arsip. Nah, sesuai undang-undang maka dibentuk panitia terdiri tiga unsur yakni kearsipan, unit kerja, arsiparis. Tim bekerja menilai atau memverifikasi, kemudian mengusulkan kepada gubernur melalui sekda. Gubernur selanjutnya menyampaikan kepada ANRI. Setelah kami nilai dan disetujui, terbit SK pemusnahan," paparnya.

Arsip yang dimusnahkan harus habus atau musnah total atau secara fisik informasinya sudah hilang.

Bisa dimusnahkan dengan cara dicacah atau dibakar.

"Kalau ada arsip yang digunakan tidak semestinya. Misal dijual ke pasar maka itu bisa dipidana. Jadi kalau misalnya lagi ada menemukan bungkus kacang menggunakan kertas arsip pemerintahan, maka berhak diusut polisi," tandasnya.

Kadispersip Kalsel, Dra Hj Nurliani MAP, menjelaskan, depo arsip jangan dianggap sebagai tempat buangan tapi penyimpanan arsip yang ada nilai guna.

Halaman
12
Penulis: Salmah
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved