Kriminalitas HST

Kedapatan Bawa Dua Pucuk Sajam di Kota Barabai HST, Firmansyah Terancam 10 Tahun Penjara

Firmansyah yang berprofesi sebagai wiraswasta ini membawa dua pucuk senjata tajam. Senjata tajam yang dibawa mulai dari pisau penusuk hingga parang.

Kedapatan Bawa Dua Pucuk Sajam di Kota Barabai HST, Firmansyah Terancam 10 Tahun Penjara
HO/Humas Polres HST
Barang bukti senjata tajam milik Firmansyah yang diamankan jajaran Polres HST di Barabai. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Warga Jalan Abdul Muis Ridhani RT 011 RW 004 Kelurahan Barabai Timur Kecamatan Barabai Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Firmasnyah (39) kedapatan membawa senjata tajam saat berjalan di kawasan Barabai.

Firmansyah yang berprofesi sebagai wiraswasta ini membawa dua pucuk senjata tajam. Senjata tajam yang dibawa mulai dari pisau penusuk hingga parang.

Alhas, karena membawa senjata tajam tanpa izin, Firmasnyah dijerat dengan Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 pasal 2 ayat 1 yang berbunyi Barang siapa yang tanpa hak memasukkan ke Indonesia, membuat, menerima, mencoba memperolehnya, menyerahkan atau mencoba menyerahkan, menguasai, membawa, mempunyai persediaan padanya atau mempunyai dalam miliknya, menyimpan, mengangkut, menyembunyikan, mempergunakan atau mengeluarkan dari Indonesia sesuatu senjata pemukul, senjata penikam, atau senjata penusuk (slag-, steek-, of stootwapen), dihukum dengan hukuman penjara setinggi-tingginya sepuluh tahun.

Firmansyah ditangkap di Jalan Hevea Kelurahan Barabai Darat Kecamatan Barabai  Kabupaten Hulu Sungai Tengah pada Senin (24/6/2019) puk 22.00 Wita.

Baca: Resmob Polres Banjar Kembangkan Kasus Pencurian Sepeda Motor Tersangka Subhan di Sungaisipai

Penangkapan berawal dari laporan masyarakat kepada anggota Resmob Polres HST.

Dimana Resmob mendapat laporan jika ada  seseorang tanpa hak membawa, memiliki, menyimpan dan atau menguasai senjata tajam tanpa ijin.

Setelah itu, Resmob Polres HST mendapati seseorang laki-laki bernama Firmansyah dan setelah dilakukan pemeriksaan petugas menemukan senjata tajam jenis pisau penusuk yang disimpan di perut bagian depan.

Tak hanya itu, polisi juga menemukan sebilah senjata tajam jenis parang yang diletakan di pinggang sebelah kiri.

Alhasil dua senjata tajam ini pun disita untuk proses lebih lanjut.

Barang bukti yang disita yakni, satu pisau penusuk lengkap dengan kompangnya yang terbuat dari kayu warna putih dengan panjang besi 21,5 sentimeter, lebar besi 2,5 sentimeter,  panjang hulu 10 sentimeter, dan panjang kompang 24 sentimeter. Selain itu, parang juga diamankan lengkap dengan kompangnya yang terbuat dari kayu warna coklat dengan panjang besi 50 sentimeter, lebar besi tiga sentimeter,  panjang hulu 13,5 sentimeter dan panjang kompang 56 sentimeter.

Baca: Mata Basuni Berkaca-kaca Dikunjungi Wabup Tapin, Bersyukur Masuk Peserta Program Bedah Rumah

Kapolres Hulu Sungai Tengah, AKBP Sabana Atmojo, menghimbau kepada masyarakat agar tidak membawa senjata tajam tanpa ijin yang sah.

Selain itu, ia juga berterima kasih kepada masyarakat yang berpartisipasi melaporkan kejadian ini kepada kepolisian. Menurutnya, penangkapan ini takkan berhasil tanpa peran masyarakat

"Kami berharap masyarakat akan terus ikut serta mengawasi lingkungan dan melaporkan hal yang tidak sesuai kepada polisi. Selain itu, bagi siapa pun yang membawa senjata tajam tanpa izin tidak dibenarkan dan akan diproses secara hukum yang berlaku," pesannya. (Banjarmasinpost.co.id/Eka Pertiwi)

Penulis: Eka Pertiwi
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved