Opini

Menyoal Kompetensi Kerja di Indonesia

Sejak MEA diberlakukan tahun 2015 lalu otomatis terjadi perpindahan sumber daya manusia dan barang antarnegara-negara ASEAN.

Menyoal Kompetensi Kerja di Indonesia
(Deutsche Welle/Getty Images/AFP/D. De La Rey)
Ilustrasi-Kedatangan Presiden Joko Widodo di Hong Kong disambut demonstrasi besar-besaran ribuan tenaga kerja Indonesia di negara tersebut. 

Oleh: Teguh Iman Santoso SSos MM PhD
Pengusaha dan Dosen Lulusan Universiti Tun Hussein Onn Malaysia
Batu Pahat, Malaysia

BANJARMASINPOST.CO.ID - Kompetensi kerja merupakan istilah yang tak asing lagi di telinga kita, lebih-lebih lagi sejak dibukanya pintu Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) tahun 2015 yang lalu.

Sejak MEA diberlakukan tahun 2015 lalu otomatis terjadi perpindahan sumber daya manusia dan barang antarnegara-negara ASEAN.

Dari Singapura, Thailand, Malaysia, Vietnam dan negara-negara ASEAN lainya akan dengan mudah memasuki pasaran tenaga kerja begitu juga dengan barang-barang export mereka masuk ke negara kita.

Lantas, bagaimana dengan tenaga kerja Indonesia (TKI) dan barang-barang ekspor kita? Dalam hal ini ada dua kemungkinan untuk tenaga kerja dan barangan kita yakni, bisa memasuki pasar tenaga kerja di negara-negara ASEAN dengan syarat memenuhi kompetensi kerja yang mereka persyaratkan atau Mutual Recognition agreement (MRA) atau terpuruk di Indonesia tidak bisa kemana-mana karena tidak memenuhi kompetensi kerja.

Contoh yang nyata dapat kita lihat adalah tenaga keperawatan yang sudah memenuhi keperluan kompetensi kerja dapat dengan mudah berpindah kenegara-negara ASEAN.

Baca: Ayu Ting Ting Kalahkan Syahrini, Agnez Mo dan Rossa! Ini Daftar Penyanyi Indonesia Bertarif Termahal

Baca: Satu Minggu Gelar Operasi, Ditnarkoba Polda Kalsel Sita 132 Gram Sabu

Baca: Rusak Akibat Banjir, Dinas PUPR Tanbu Alokasikan Anggaran Percepatan Perbaikan

Baca: Suhu Minus 3 Derajat, Satu Pendaki Pingsan di Puncak Gunung Lawu

Dokter dari Singapura dan Malaysia dapat dengan mudah memasuki pasaran di Indonesia misalnya, dan tentu banyak pasiennya.

Lalu bagaimana dengan dokter-dokter dari Indonesia apakah mereka mempunyai kesempatan yang sama dengan dokter-dokter dari Singapura dan Malaysia? Hampir sepertiga tenaga kerja asing (TKA) yang bekerja di Indonesia merupakan profesional.

Berdasarkan data rilis 2019 Kementerian Ketenagakerjaan RI, TKA yang berprofesi sebagai profesional mencapai 30.626 pekerja atau 32,12 persen dari total 95.335 TKA pada akhir 2018.

TKA terbesar kedua yang bekerja di Indonesia merupakan berprofesi sebagai manajer dengan jumlah mencapai 21.237 pekerja atau 22 persen dari total dan terbesar ketiga adalah advisor/konsultan, yakni sebanyak 15.636 pekerja atau 16,4 persen dari total TKA.

Halaman
123
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved