Berita Banjarmasin

Mesin Pemusnah Arsip Milik Dispersip Kalsel Ternyata Tak Memadai Hancurkan 1.868 Arsip

Menurut Kepala Dispersip Kalsel, Hj Nurliani Dardie, alat pencacah untuk memusnahkan arsip yang sudah tidak terpakai itu tidak memadai.

Mesin Pemusnah Arsip Milik Dispersip Kalsel Ternyata Tak Memadai Hancurkan 1.868 Arsip
banjarmasinpost.co.id/salmah
Proses pemusnahan arsip yang sudah tidak berguna di Dispersip Kalsel menggunakan alat pencacah, Selasa (25/6/2019). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Arsip yang sudah habis masa simpan atau tidak lagi bernilai, secara aturan harus dimusnahkan. Hanya saja peralatan milik Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kalsel masih terbatas kemampuannya.

Menurut Kepala Dispersip Kalsel, Hj Nurliani Dardie, alat pencacah untuk memusnahkan arsip yang sudah tidak terpakai itu tidak memadai.

"Tiga unit mesin pencacah kertas yang ada di Dispersip Kalsel kekecilan, sehingga untuk memusnahkan arsip memerlukan waktu beberapa hari, karena harus sedikit demi sedikit memasukan ke mesin," jelasnya, Selasa (25/6).

Pada hari itu, saat pemusnahan 1.868 arsip berusia 32 tahun (1963-1995) milik Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) Kalsel, ia sendiri mencoba tapi tak maksimal.

"Saya mencoba secara simbolis mencacah, ternyata hanya bisa berapa lembar. Ada yang mencoba banyak ternyata melilit," jelasnya, seraya mengatakan saat ini ada puluhan ribu arsip lama yang harus dimusnahkan.

Baca: NEWSVIDEO : Dispersip Kalsel Musnahkan 1.868 Berkas Arsip Yang Sudah Tak Bernilai Guna

Baca: Bawaslu RI Minta Tak Hanya Bawaslu, Kepolisian dan Kejaksaan Netral Tangani Pelanggaran Pemilu

Dikatakan pula, sebelumnya belum pernah ada pemusnahan arsip. Sebab itu mempertimbangkan dengan begitu banyaknya arsip kadaluarsa, maka idealnya menggunakan mesin penghancur kertas berkapasitas besar.

"Mesin yang besar seperti kontainer. Itu perlu beberapa unit agar sebanding dengan jumlah arsip yang dimusnahkan," terangnya.

Ungkap Nurliani, masih banyak arsip dari semua SKPD yang habis masa retensi (masa simpan dan sudah tak bernilai guna) tapi belum dimusnahkan.

Proses pemusnahan arsip milik Pemprov Kalsel yang sudah tidak berguna di Dispersip Kalsel menggunakan alat pencacah.
Proses pemusnahan arsip milik Pemprov Kalsel yang sudah tidak berguna di Dispersip Kalsel menggunakan alat pencacah. (banjarmasinpost.co.id/salmah)

"Saya perkirakan lebih 50 persen arsip yang ada terkategori tidak ada nilai guna karena sudah berkali lipat habis masa retensinya," ungkapnya.

Baca: Beberapa Dinas dan Instansi Pemkab Tabalong akan Direlokasi ke Mall Attaybah, Ini Kata Pedagang

Baca: Sindiran Ayu Ting Ting untuk Ivan Gunawan Bahas Hari Ulang Tahun dan Robby Purba?

Memang, diakui Nurliani, tidak bisa serta merta atau sembarang memusnahkan. Ada proses panjang, tapi jika retensinya sudah lama habis semestinya sudah harus diusulkan.

"Insya Allah kami akan lengkapi prasarananya dengan pengadaan mesin pencacah kertas dengan kapasitas besar agar proses pemusnahan arsip selanjutnya berjalan lancar. Selanjutnya yang masih ada etensinya kami akan re boxing. Pokoknya ditata sebaik-baiknya sesuai peraturan berlaku," tandasnya.

(banjarmasinpost.co.id/salmah saurin)

Penulis: Salmah
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved