Berita Tanahlaut

NEWSVIDEO : Akhir Tahun 2019 RSUD KH Mansyur Di Kintap Kabupaten Tanah Laut Mulai Beroperasi

Proyek pembangunan RSUD KH Mansyur, Desa Kintapura, Kecamatan Kintab, Kabupetan Tanah Laut diinformasikan sudah mencapai 95 persen.

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Proyek pembangunan RSUD KH Mansyur, Desa Kintapura, Kecamatan Kintab, Kabupetan Tanah Laut diinformasikan sudah mencapai 95 persen. Utamanya untuk bangunan fisik rumah sakit tipe C tersebut.

Keberadaan rumah sakit itu, sebagaimana diketahui agar masyarakat setempat yang cukup jauh menuju RS Boejasin, Pelaihari bisa terakomodir pada tempat terdekat. Sehingga rumah sakit pun dibangun di wilayah Kintap.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tanah Laut, Nina Sandra menerangkan, hingga saat ini pihaknya masih melengkapi sejumlah fasilitas untuk rumah sakit.

Rencananya pada September mendatang, rumah sakit tersebut bakal beroperasional dengan catatan harus adanya IPAL pada bangunan tersebut. Hal itu ujar Nina sudah dalam kesepakatan saat pertemuan dengan Sekda Tanah Laut, Sahrian Nurdin, Rabu kemaren.

"Kalau rencananya pada September ini kami akan operational. Tapi kami lihat dulu untuk hasil lelang IPAL dan pengerjaannya," ucap Nina, Senin (24/6/2019).

Baca: Kementerian PUPR Bidang Ciptakarya Akan Bantu Alatberat Dukung Operasional TPA Banjarbakula

Baca: Rumah Horor Ashanty dan Anang Hermansyah Ditinggalkan 6 ART, Faktanya Ini

Baca: Kisah SBY Temani Ani Yudhoyono Selama 4 Bulan Akan Dirilis, Tegaskan Bukan Politik

Selain IPAL, fasilitas lainnya yang dipersiapkan dan juga dalam proses lelang yakni pengadaan ambulan. Sementara untuk alat kesehatan sebut Nina pihak Dinkes sudah menyediakan kebutuhan tersebut.

Tentunya, sejumlah anggaran pun juga dikeluarkan untuk melengkapi bangunan yang ditangani oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penata Ruang Pertanahan (PUPRP) Tanah Laut tersebut.

Pengadaan obat untuk RSUD KH Mansyur mencapai Rp 1 miliar lebih. Kemudian alat kedokteran gigi Rp 206 juta dan untuk kedokteran umum Rp 1,3 miliar. Sementara untuk anggaran alat kebidanan mencapai Rp 404 juta dan alat laboratorium yang mencapai Rp 425 juta.

Nina sampaikan, saat ini bangunan dua lantai tersebut masih dalam tahap pemeliharaan oleh pihak kontraktor. Rumah sakit tersebut akan dimanfaatkan apabila kontraktor sudah melakukan perbaikan di bangunan tersebut.

Sebab ujar Mantan ASN Dinkes Provinsi Kalsel itu, masih ada plafon yang rusak pada bangunan tersebut. Serta keberadaan IPAL sebutnya tak bisa dipungkiri memang sangat dibutuhkan untuk sistem pembuangan. (Banjarmasinpost.co.id/isti rohayanti)

Penulis: Isti Rohayanti
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved