Ekonomi dan Bisnis

PPh Penjualan Rumah Mewah di Atas Rp 30 Miliar Jadi 1 Persen Tidak Berlaku di Kalsel

Kemenkeu turunkan pajak penghasilan (PPh) atas penjualan rumah dan apartemen mewah dibanderol seharga Rp 30 miliar lebih dari 5 persen jadi 1 persen.

PPh Penjualan Rumah Mewah di Atas Rp 30 Miliar Jadi 1 Persen Tidak Berlaku di Kalsel
kompas.com
Maket apartemen La Montana Bogor 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Pemerintah melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menurunkan pajak penghasilan (PPh) 22 atas penjualan rumah dan apartemen mewah yang dibanderol seharga Rp 30 miliar lebih dari 5 persen menjadi 1 persen.

Terkait hal ini, Ketua DPD REI Kalimantan Selatan (Kalsel), Royzani Sjachril mengatakan, dia baru mengetahui hal tersebut.

Dikatakannya, ketentuan baru itu tidak berpengaruh untuk wilayah Kalsel lantaran rumah mewah maupun apartemen seharga lebih dari Rp 30 miliar belum dipasarkan di Kalsel.

"Sepertinya masih 5 persen yang berlaku, tidak bisa diterapkan karena pangsa pasarnya tidak ada di Kalsel," jelasnya kepada Banjarmasinpost.co.id.

Sebelumnya pemerintah juga telah menurunkan pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) atas rumah mewah, apartemen dan kondominium untuk mendorong pertumbuhan sektor properti.

Baca: Belum Ada Penurunan Harga Tiket Pesawat, Di Juli Biro Travel Banjarmasin Ungkap Harga Masih Tinggi

Baca: Teknik Informatika jadi Favorit Calon Mahasiswa, Lebih dari 400 Pendaftar Diseleksi Politala

Baca: Zainab Sempat Berdebat dengan Istri Teroris, 30 Terduga Teroris di Kalteng Dipindah ke Mabes Polri

Baca: Aksi Dul Jaelani dan Al Ghazali Buat Adem Saat Ditinggal Maia Estianty dan Irwan Mussry Berlibur

Sementara itu, pemerintah juga menurunkan untuk barang mewah lainnya yang meliputi pesawat dan helikopter pribadi, kapal pesiar (yacht), kendaraan roda empat pengangkutan orang kurang dari 10 orang berupa sedan, jeep, sport utility vehicle (SUV), multi purpose vehicle (MPV), minibus dengan harga jual lebih dari Rp 2 miliar dengan kapasitas silinder lebih dari 3.000 cc.

Penurunan itu tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 92/PMK.03/2019 tentang perubahan kedua atas PMK 253/PMK.03/2008 tentang wajib pajak badan tertentu sebagai pemungut pajak penghasilan dari pembeli atas penjualan barang yang tergolong sangat mewah.

Termasuk dalam ketentuan ini kendaraan bermotor roda dua dan tiga, dengan harga jual lebih dari Rp 300 juta, dengan kapasitas silinder lebih dari 250 cc tetap dikenakan PPh sebesar 5 persen. (Banjarmasinpost.co.id/Mariana)

Penulis: Mariana
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved