Suka Duka Relawan Pengacara

Rela Tidak Dibayar, Pengacara Ini Hanya Berharap ini Terhadap Terdakwa yang Dibelanya

Namun bagi Akbar, seorang advokat Banjarmasin justru memandang di sisi berbeda. Ia mengaku seorang terdakwa juga berhak mendapatkan pendampingan hukum

Rela Tidak Dibayar, Pengacara Ini Hanya Berharap ini Terhadap Terdakwa yang Dibelanya
Dari Akbar untuk BPost
pengacara LKBH Unlam, Akbar saat memberikan pendampingan hukum kepada tiga terdakwa pembunuhan. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Mendengar status terdakwa, mungkin yang terbesit di pikiran banyak orang adalah ia yang telah melakukan tindak pidana kejahatan.

Sehingga konsekuensinya pun tidak lain dari perlu diadili, diberikan hukuman seberat-beratnya, hingga tidak perlu mendapatkan pendampingan hukum.

Namun bagi Akbar, seorang advokat Banjarmasin justru memandang di sisi berbeda. Ia mengaku seorang terdakwa juga berhak mendapatkan pendampingan hukum.

Hal itu sesuai dengan Pasal 22 Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2003 tentang Advokat (UU Advokat) juncto Pasal 2 dan Pasal 12 Peraturan Pemerintah Nomor 83 Tahun 2008 tentang Persyaratan dan Tata Cara Pemberian Bantuan Hukum Secara Cuma-Cuma (PP BHCC).

Baca: Pesan Menohok Ibunda Kriss Hatta ke Hilda Vitria Pasca Tangis di Pengadilan, Fakta Baru Terungkap

Baca: Terima Usulan Dana Pilkada Dari KPU dan Bawaslu Banjar Segini, Pemkab Banjar Pilih Pelajari Dulu

Baca: Kebakaran Gegerkan Desa Pandawan HSU, Tiga Rumah Terbakar

Baca: Driver Ojek Online Ini Mendadak Viral, Pakai Motor Senilai Rp240 Juta, Begini Alasannya

" Sehingga advokat pun wajib memberikan bantuan hukum secara cuma-cuma kepada pencari keadilan yang tidak mampu," jelasnya.

Akbar juga memandang memberikan bantuan hukum kepada pelaku kejahatan bukan berarti harus menanggalkan tindak pidananya.

Melainkan ia juga tetap mempertimbangkan dari sisi sosiologi hukum seorang terdakwa tersebut, kenapa hingga nekat melakukan tindak pidananya.

" Misal kaya kemarin, terdakwa penistaan agama, bisa saja setelah ditimbang dari aspek sosiologi hukumnya disebabkan oleh kejiwaan, begitu pula yang lain," ungkapnya.

Baca: Penggeledahan Setengah Kilogram Sabu, Satu Napi Teluk Dalam Ikut Terlibat

Baca: Tiket Bisa Lebih Murah, Direktur AirAsia Indonesia Beberkan Rahasianya

Baca: Geledah Rumah di Jalan Mahligai, Petugas Subdit 1 Temukan Setengah Kilogram Sabu

Namun terlepas dari hal tersebut, justru harapan besar yang terbesit di hatinya, adalah muncul penyesalan dan kesadaran terhadap terdakwa itu.

Sehingga meski telah diadili dan mendapatkan bantuan hukum selama proses peradilan, namun terdakwa bertekad tidak mengulangi perbuatannya.

" Karena dengan itu, tentunya membuka lembaran baru terhadapnya di kehidupan akan datang selepas menjalani masa hukuman," ungkap Akbar. (banjarmasinpost.co.id /Ahmad Rizki Abdul Gani)

Penulis: Ahmad Rizky Abdul Gani
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved