Berita Banjarbaru

Undang KTT, Dinas ESDM Kalsel Desak Perusahaan Tambang Segera Lunasi Dana Jaminan Reklamasi

Dinas ESDM akan tegas tidak akan membolehkan mengirim batu bara jika sampai tengat waktu 31 Juli belum juga dibayar jaminan reklamasinya.

Undang KTT, Dinas ESDM Kalsel Desak Perusahaan Tambang Segera Lunasi Dana Jaminan Reklamasi
banjarmasinpost.co.id/nurholis huda
Kepala Dinas ESDM Kalsel Kelik Isharwanto mengingatkan ke pemilik tambang soal kewajiban bayar reklamasi pascatambang dalam rapat bersama KTT perusahaan tambang di Banjarbaru, Selasa (25/6/2019). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Dinas ESDM Provinsi Kalimantan Selatan mendesak perusahaan tambang yang belum menyetorkan jaminan reklamasi pascatambang untuk segera melunasi kewajibannya.

Setelah menyurati dengan surat peringatan kepada perusahaan tambang, Dinas ESDM mengundang Kepala Teknik Tambang (KTT) yang berada di Kalsel.

Kepala Dinas ESDM Kalsel, Kelik Isharwanto, Selasa (25/6/2019) menegaskan bahwa Dinas ESDM akan tegas tidak akan membolehkan mengirim batu bara jika sampai tengat waktu 31 Juli belum juga dibayar jaminan reklamasinya.

"Kami tegas. Seperti dokumen-dokumen pengiriman pengapalan kami tegas tidak akan kami berikan apabila tidak menyelesaikan kewajiban Jamreknya," kata Kelik Isharwanto.

Dijelaskan Kelik Isharwanto, bahwa dana Jamrek tersebut bukan untuk ESDM saja, akan tetapi juga nanti akan kembali kepada perusahaan.

"Termasuk bunga Bank di Jamrek itu ya juga untuk perusahaan. Bukan buat dinas," kata Kelik.

Baca: Sempat Masuk ICU, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini Dirawat di RSUD Soewandhie karena Ini

Dia bahkan di hadapan forum KTT menjelaskan bahwa seyogianya KTT mampu menyampaikan soal keajaiban Jamrek yang harus dibayarkan itu ke pemilik Izin Usaha Pertambangan (IUP) atau ownernya.

"Tolong pak. Kewajiban ini harus dilakukan. Mohon maaf kalau nanti masih ada yang belum kita akan bekukan tak kita layani pengapalan," lontarnya.

Kata Kelik, reklamasi ini harus dijaminkan dan harus dilaksanakan agar tidak hanya meninggalkan bekas lubang begitu saja, tapi harus direklamasi sesuai ketentuan yang ada.

"Ingat pertanggung jawabannya bukan hanya di dunia saja. Sampai diakhirat juga dimintai pertanggungjawaban. Dinas sudah mengingatkan berulang kali bahwa harus dibayar kan dan untuk dilakukan reklamasi," tandas Kelik.

Halaman
12
Penulis: Nurholis Huda
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved