Berita Batola

Warga Tempuh 10 Kilometer ke E-Warung, Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) Batola Tuai Keluhan

PROGRAM Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) tahap I tahun 2019Rabu (19/06/2019) lalu, menuai keluhan dari warga Kecamatan Alalak, Batola.

Warga Tempuh 10 Kilometer ke E-Warung, Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) Batola Tuai Keluhan
HO/Humas Pemkab Batola
Lauching Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) tahap I tahun 2019 untuk wilayah Kecamatan Anjir Muara, Rabu (19/06/2019) lalu. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARABAHAN - PROGRAM Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) tahap I tahun 2019Rabu (19/06/2019) lalu, menuai keluhan dari warga Kecamatan Alalak, Kabupaten Batola. Seperti dari Desa Semangat Karya harus mencairkan ATM combo ke Desa Beringin dengan jarak tempuh sekitar 10 kilometer lebih.

“Dari warga Desa Semangat Karya menuju e-warung Desa Beringin sekitar 10 kilometer lebih. Ini menjadi kendala tersendiri bagi warga Desa Semangat Karya. Kasihan mereka. Kan jauh menuju Desa Beringin,” kata Camat Alalak Kabupaten Batola Haris Isroyani, Selasa (25/6/19).

Pihaknya sempat berbicara ke bank yang tergabung Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) soal masalah jarak warga Desa Semangat Karya yang harus mencairkan ATM combo ke Desa Beringin dengan jarak tempuh sekitar 10 kilometer lebih.

“Kalau memang e-warungnya terlalu jauh, pihak kecamatan bisa mengajukan tambahan e-warung berupa agen brilling,’katanya.

Baca: Mesin Pemusnah Arsip Milik Dispersip Kalsel Ternyata Tak Memadai Hancurkan 1.868 Arsip

Haris mengharapkan keberadaan empat e-warung untuk tiga kelurahan dan 15 desa di Kecamatan Alalak Kabupaten Batola ke depannya. Nah, dari keterangan Bank Rakyat Indonesia (BRI) menyatakan empat e-warung tersebut bisa mengantar telur dan beras ke warga yang jaraknya jauh dengan warung elektronik tersebut.

“Jadi beras dan telur akan diantar ke sejumlah titik kumpul sehingga tidak perlu menempuh 10 kilometer menuju e-warung. Solusi itu lebih bagus dan mudah–mudahan bisa terlaksana dengan baik,” katanya.

Haris menyatakan yang perlu dicermati soal kualitas beras dan telur dengan nilai Rp110 ribu dari ATM combo untuk masing-masing keluarga penerima manfaat (KPM). Diharapkan kualitas telur dan beras tidak kalah dengan bantuan sosial beras sejahtera (bansos rastra) dari Bulog Kalsel yang selama ini kualitasnya premium.

“Dalam program BPNT ini beras dan telur akan disediakan pihak e-warung. Informasinya satu e-warung akan melayani pencairan program sebanyak 350 KPM. Di Alalak, sebagian sudah dicairkan untuk program BPNT dari 1.800 KPM baik dari peserta keluarga harapan (PKH) atau non PKH” katanya.

Baca: Museum Masuk Sekolah, Pelajar SMAN 1 Sungai Pandan Antusias Lihat Koleksi Benda Bersejarah

Menurut Haris, dengan peralihan program bantuan sosial beras sejahtera (rastra) ke BPNT ini sangat bagus. Sebab, selama ini cukup repot karena distribusi rastra agak ribet karena kadang harus diurus dulu ke kantor Bulog Kalsel.

“Pihak kecamatan masih terlibat pengurusan distribusi rastra dari Bulog ke titik bagi. Nah, dari dari pihak kelurahan tinggal mengambil rasta ke kecamatan” kata Haris

Halaman
12
Penulis: Edi Nugroho
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved