Berita Banjarmasin

10 Ribu Ekor Ayam Dipotong di Luar RPU, Darah dan Bulu Ayam Mencemari Selokan dan Sungai

Unit Pelaksana Teknis Rumah Potong Unggas (UPT RPU) Basirih Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Banjarmasin menyesalkan sebanyak

10 Ribu Ekor Ayam Dipotong di Luar RPU, Darah dan Bulu Ayam Mencemari Selokan dan Sungai
BPost Cetak
Blitz edisi cetak Rabu (26/5/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Unit Pelaksana Teknis Rumah Potong Unggas (UPT RPU) Basirih Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Banjarmasin menyesalkan sebanyak 10.000 (10 ribu) ekor ayam per hari masih dipotong di luar RPU.

“Sebanyak 9.000 ekor ayam dipotong di Gang Sampurna Kelayan dan 1.000 ekor ayam dipotong di kawasan Kampung Melayu. Seharusnya, 10.000 (10 ribu) ekor ayam per hari itu dipotong di RPU Basirih agar tidak mencemari lingkungan sekitar,” kata Kepala UPT RPU Basirih Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Banjarmasin, Sulasno, Selasa (25/6).

Menurut Sulasno, saat ini beberapa blok di RPU Basirih belum terisi karena sejumlah pedagang besar ayam keluar dari RPU.

Permintaan sejumlah pedagang besar ayam itu agar atap bocor diperbaiki.

Baca: Nasib Shakira, Putri Denada yang Sakit Kanker Setelah Jerry Aurum Ditangkap Diduga karena Narkoba

Baca: Panggilan Khusus Luna Maya untuk Faisal Nasimuddin Terungkap, Hubungan Keduanya Kian Serius?

Baca: Penyebab Ustadz Yusuf Mansur Minta Doa Deddy Corbuzier, Cek Juga Pesan Ustadz Abdul Somad ke Mualaf

Baca: Sakit Hati Ashanty Gara-gara Ulah 6 ART Anang Hermansyah, Prank Itu Bikin Ibu Sambung Aurel Nangis

“Begitu atap diperbaiki dan diganti yang baru, ternyata empat pedagang besar ayam belum juga mau masuk ke RPU Basirih. Alasannya, macam-macam. Intinya sejumlah pedagang besar ayam bandel,” katanya.

Salasno menyebutkan empat pedagang besar ayam yang masih memotong ayam di luar RPU yakni di Gang Sampurna Kelayan itu di antaranya HB, HM, dan HS.

Para pedagang besar ayam itu memotong ayam sebanyak 9 sampai 10 ribu ekor ayam per hari.

“Limbah pemotongan ayam berupa darah dan bulu ayam tidak dikelola dengan baik, yakni dibuang ke selokan dan ke sungai. Bau dari limbah pemotongan ayam ini menjadi keluhan warga,” katanya.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved