Berita Banjarmasin

Kemarau 2019 Lebih Kering, ini Penjelasan Kepala Pusat Layanan Informasi Iklim Terapan BMKG

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika ( BMKG) Stasiun Klimatologi Kelas I Banjarbaru Rabu (26/6/2019) siang ini menggelar sekolah lapangan

Kemarau 2019 Lebih Kering, ini Penjelasan Kepala Pusat Layanan Informasi Iklim Terapan BMKG
banjarmasinpost.co.id/ghanie
Kepala Pusat Layanan Informasi Iklim Terapan BMKG Drs Nasrullah saat memberikan penjelasan tentang iklim di tanah air. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika ( BMKG) Stasiun Klimatologi Kelas I Banjarbaru Rabu (26/6/2019) siang ini menggelar sekolah lapangan iklim (SLI) atau sosialisasi agroklimat Provinsi Kalsel.

Bertempat di Hotel Tree Park Kota Banjarmasin, dalam acara tersebut mereka melibatkan perwakilan Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, Perkebunan dan Peternakan.

Tidak hanya itu, sebagai perpanjangan tangan kepada para petani di masing-masing kabupaten dan kota di Kalsel, juga hadir 25 orang PPL (Penyuluh pertanian lapangan) dan POPT (Pengendali Organisme Pengganggu Tanaman).

Kepala Pusat Layanan Informasi Iklim Terapan BMKG, Drs Nasrullah mengatakan saat ini secara nasional atau hampir 35 persen wilayah di Indonesia memang sudah memasuki musim kemarau.

Tidak terkecuali Kalimantan, jika musim hujan biasanya dimulai dari wilayah barat Indonesia, musim kemarau justru sebaliknya.

Baca: Ekspresi Tak Terduga Luna Maya Lihat Video Bulan Madu Syahrini & Reino Barack Diungkap Raffi Ahmad

Baca: Akun Instagram Ustadz Abdul Somad Hilang Lagi, Kena Suspend? Postingan Arie Untung Diserbu Netizen

Baca: Keanehan Jet Mewah yang Dipakai Maia Estianty di Italia, Istri Irwan Mussry Sebut Soal WC

Baca: Panggilan Khusus Luna Maya untuk Faisal Nasimuddin Terungkap, Hubungan Keduanya Kian Serius?

Baca: Nasib Shakira, Putri Denada yang Sakit Kanker Setelah Jerry Aurum Ditangkap Diduga karena Narkoba

"Makanya seperti di Pulau Jawa, Nusa Tenggara Barat dan Timur serta lainnya, saat ini sudah mulai kemarau, meskipun sebagian masih ada yang belum," jelasnya.

Oleh sebabnya, mengingat musim kemarau tahun ini akan menyebabkan kondisi lebih kering, sehingga diharapkan masyarakat pun bisa beradaptasi dan mensiasati kondisi tersebut sesuai keperluannya.

Terutamanya juga yang tidak boleh diabaikan yakni terkait ancaman kebakaran hutan, agar masyarakat jangan membuang puntung rokok atau pemicu api lainnya sehingga menimbulkan dampak fatal.

"Maka dari itu, BMKG berharap dengan kondisi (kemarau, red) yang menurut kami akan sedikit lebih kering dari tahun sebelumnya, kita semua berkewajiban untuk beradaptasi atau menyiasati tentang kondisi ini. Meskipun juga kemarau terjadi tidak secara merata, namun dipastikan musim kemarau sudah terjadi sejak Juli hingga Agustus mendatang," jelasnya. (banjarmasinpost.co.id/ghanie)

Penulis: Ahmad Rizky Abdul Gani
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved