Ekonomi dan Bisnis

KPPU Ancam Pidanakan Garuda-Sriwijaya Atas Dugaan Kartel, Tidak Kooperatif Memberikan Keterangan

Juru bicara KPPU Guntur Syahputra Saragih mengatakan, pihaknya kesulitan untuk meminta keterangan dua maskapai itu guna menuntaskan kasus ini.

KPPU Ancam Pidanakan Garuda-Sriwijaya Atas Dugaan Kartel, Tidak Kooperatif Memberikan Keterangan
Garuda Indonesia
Ilustrasi - Pesawat Boeing 737 MAX 8 telah dioperasionalkan oleh Garuda Indonesia, di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Minggu (7/1/2018) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) mengaku kesulitan mendalami dugaan kartel tiket pesawat dan angkutan kargo serta rangkap jabatan yang dilakukan Garuda Indonesia dan Sriwijaya Air.

Juru bicara KPPU Guntur Syahputra Saragih mengatakan, pihaknya kesulitan untuk meminta keterangan dua maskapai itu guna menuntaskan kasus ini karena kedua maskapai itu tidak kooperatif.

“Jadi kami memberikan warning kepada pelaku usaha terkait untuk bisa bekerja sama dengan kami," terang Guntur kepada wartawan, Selasa (25/6/2019).

Menurut Guntur, hingga saat ini KPPU masih menunggu para pelaku usaha dua maskapai itu untuk bersedia diambil keteranganya. KPPU, sambung Guntur, terpaksa bakal menyerahkan penyelidikan kasus ini kepada pihak Kepolisian jika mereka terus mangkir.

Itu artinya, jika kasus ini ditangani Kepolisian para pelaku usaha bakal dijerat dengan perkara pidana karena dianggap telah menghalang-halangi proses penyelidikan yang dilakukan KPPU.

"Saya harap bisa segera akomodatif atau kami akan masukkan kepada pelanggaran pidana," ujar Guntur Syahputra Saragih.

Baca: Tertangkap Mengonsumsi Narkoba Jenis Sabu, Oknum Jaksa Lampung Timur Dirujuk ke BNNP

Baca: FoxPro Mendadak Trending di Twitter Setelah Dipakai Saksi BPN Tunjukkan NIK Siluman di Pilpres 2019

Guntur Syahputra Saragih mengatakan, KPPU dalam waktu dekat akan memanggil investigator kasus tersebut untuk melakukan evaluasi. Jika dari evaluasi terbukti hambatan kasus karena absensi para pelaku usaha terkait, maka KPPU akan segera menyerahkan masalah ini kepada penyidik kepolisian.

“Kami akan gunakan sesuai yang tertuang dalam UU No 5/1999 tentang KPPU," kata Guntur Syahputra Saragih.

Dalam perkara ini, KPPU menilai ada dugaan pelanggaran persaingan usaha dari kerja sama operasional yang dilakukan oleh Garuda Indonesia dan Sriwijaya. Salah satunya karena KPPU menemukan bukti permulaan berupa rangkap jabatan jajaran direksi Garuda di Sriwijaya.

Rangkap jabatan ini dilakukan oleh Direktur Utama Garuda I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra dengan menduduki kursi Komisaris Utama Sriwijaya Air. Rangkap jabatan tersebut bermula saat Garuda melalui anak usahanya Citilink Indonesia mengambil alih pengelolaan operasional Sriwijaya Air dan entitas anaknya, Nam Air.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul KPPU Ancam Pidanakan Garuda-Sriwijaya Atas Dugaan Kartel

Editor: Elpianur Achmad
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved