Berita Banjarbaru

Nanang Banjar ini Rela Bekerja untuk Biaya Kuliah, Tujuannya Sungguh Mulia

Namun anak yang satu ini cukup tahu diri bagaimana perjuangan orangtua mencari rezeki agar anak terus sekolah.

Nanang Banjar ini Rela Bekerja untuk Biaya Kuliah, Tujuannya Sungguh Mulia
istimewa
Ahmad Nasrullah 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Mendapat pendidikan adalah hak anak, dan membiayai pendidikan itu adalah kewajiban orangtuanya.

Namun anak yang satu ini cukup tahu diri bagaimana perjuangan orangtua mencari rezeki agar anak terus sekolah.

Menurut Ahmad Nasrullah, selama 12 tahun orangtuanya membiayainya sekolah, mulai SD, SMP, SMA.

Sekarang saatnya ia tak ingin lagi membebani orangtuanya dengan biaya kuliah.

"Setelah lulus SMA saya putuskan untuk bekerja. Maksud saya, dari penghasilan sendirilah saya kemudian membiayai kuliah," ungkap Accounting PT Noor Thoibah Tour and Travel Banjarbaru ini.

Warga Bincau, Martapura ini tercatat sebagai mahasiswa semester IV jurusan akuntansi di STIE Pancasetia Banjarbaru dengan perkuliahan reguler malam.

Baca: Curhat Zaskia Sungkar Kerap Ditanya Hamil Setelah 8 Tahun Dinikahi Irwansyah

Baca: Ucapan Perpisahan Meriam Bellina pada Hotman Paris Terungkap Saat Ditanya CLBK

Baca: Kabar Roro Masih Kecanduan Narkoba di Dalam Penjara Diungkap Pengacara

Baca: 3 Oknum Guru SMP Paksa 3 Muridnya Berhuibungan Intim Gara-gara Tepergok Pacaran dan Curhat

"Alhamdulillah saat ini hasil kerja cukup untuk membiayai kuliah saya," tukas Nasrullah yang juga Wakil II Nanang Kabupaten Banjar 2018 dan Juara 3 Lomba Peraturan Baris Berbaris Se-Kalimantan selatan terbuka (posisi komandan pasukan).

Bekerja sambil kuliah itu tak masalah baginya, sebab yang penting itu mampu memanajemen waktu dengan baik dan menentukan skala prioritas di setiap kegiatan.

"Selama ada waktu yang bisa diisi maka saya akan sempatkan untuk mengikuti kegiatan apapun selama itu positif. Dan sebelum masuk ke tahap manajemen waktu, saya punya rahasia khusus untuk mengelola waktu saya, yaitu mengelola emosi saya, karena manajemen waktu tidak akan pernah tercapai jika kita dalam keadaan terburu-buru, marah apalagi galau," ungkapnya.

Bicara manajemen waktu, pemuda kelahiran Pengaron, 17 Mei 1999, anak dari Saidah dan Fathurrahman ini juga masih bisa aktif di pewadahan Nanang Galuh Intan Kabupaten Banjar, meski hampir purna tugas.

"Grand Final Pemilihan Nanang Galuh Kan Banjar 2019 kemarin merupakan tugas terakhir kami yang selama 1 tahun menjabat sebagai Nanang dan Galuh Intan Kabupaten Banjar," ujarnya.

Lanjut Nasrullah, masa jabatan mungkin sudah habis, tapi kewajiban untuk mencetak generasi yang lebih baik dengan mengelola Pawadahan Naga Intan harus terus berjalan.

"Saya akan pegang tanggung jawab tersebut dan selama masih tergabung di dalam Keluarga Besar Pawadahan Naga Intan, saya akan tetap mengusahakan yang terbaik untuk kemajuan Pawadahan dan juga berkontribusi untuk Kabupaten Banjar," tekadnya.

Harapannya pula, ke depan semoga bisa bermanfaat untuk masyarakat yang lebih luas lagi, bisa lebih membahagiakan orangtua dan ada impiannya untuk menjadi pengusaha restoran.

(banjarmasinpost.co.id/salmah saurin)

Penulis: Salmah
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved