Berita Tanahbumbu

NEWSVIDEO : Bertahan Dengan Alat Tenun Tradisional, Kain Tenun Pagatan Dikenal Hingga Luar Negeri

Proses pembuatan kain tenun masih sangat tradisional, penggunaan alat untuk menyatukan perhelai benang sampai menjadi kain dengan beragam warna.

BANJARMASINPOST.CO.ID,BATULICIN - Tanahbumbu, salah satu Kabupaten di Kalimantan Selatan (Kalsel) mempunyai beragam kearifan lokal. Salah satunya Kota Pagatan, Kecamatan Kusan Hilir dengan kearifan lokalnya sebagai sentra perajin kain tenun.

Kerajinan yang merupakan sebagai usaha turun temurun ini, masih sangat tradisional dalam proses pembuatannya. Mulai dari bahan baku benang, diolah hingga menjadi kain.

Selain proses pembuatan kain tenun masih sangat tradisional, seperti penggunaan alat untuk menyatukan perhelai benang sampai menjadi kain dengan beragam warna dan motif.

Kerajinan kain tenun bisa dibilang masih tergolong usaha rumahan (home industri) itu, pun proses pewarnaannya juga masih sangat tradional. Dilakukan secara manual atau tenaga pekerja (manusia).

Pembuatan kain tenun dikenal dengan sebutan kain tenus khas Pagatan, ini perajin menggunakan bahan baku benang tiga macam. Antara lain bahan dari benang katun, semi sutra hingga sutra.

Baca: Galuh Intan Dan Desainer Ini Cantik Alami dengan Makeup Natural

Baca: Lia Callia Hari Ini Perkenalkan Lagu Terbarunya Berupa Lagu Banjar

Harga pun begaram. Kain tenun dari bahan katun berkisar dari harga Rp 200 ribu, sedangkan bahan semi sutra seharga Rp 300 ribu hingga Rp 3,5 juta.

Hajjah Suriani pemilik kerajinan kain tenun, menuturkan usaha kerajinan digeluti sejak 2011 atau sekitar 9 tahun silam.

"Sebenarnya kerajinan tenun sudah lama ada, sejak masih kecil. Hanya saya diminta tante melanjutkan sejak tahun 2011," kata Hajjah Suriani.

Menurut Suriani, dia awalnya bingung untuk melanjutkan usaha tenun dari 'warisan' keluarga tersebut. Karena ketidak tahuannya dalam hal proses awal pembuatan.

Namun teknik-teknik proses pembuatan hingga menjadi kain tenun, tidak berlangsung lama bisa sudah bisa dikuasai Hajjah Suriani.

Baca: Ledekan Anang Hermansyah Saat Ashanty Marah Dikerjai Aurel Hermansyah, Ini Ekspresi Ibu Arsy

Baca: Update Kondisi Kesehatan Walikota Surabaya Tri Rismaharini, Ini Penjelasan Dokter yang Rawat Risma

Dilanjutkan ibu dari empat orang anak itu, pengetahuan dan teknik-teknik proses pembuatan kain tenun diketahui setelah mendapat pembinaan Pemerintah Daerah era kepemimpinan Mardani H Maming, melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian.

Seiring berjalannya waktu, kerajinan kain tenuh dikenal tenun Pagatan ini terus dikenal masyarakat, bahkan hingga luar Kalimantan Selatan. Di antaranya, Jakarta, Kalimantan Timur dan beberapa provinsi lainnya.

Bahkan kain tenun Pagatan dengan ribuan motif diciptakakan, meski diproduksi masih secara tradisional dengan jumlah pekerja sekitar 50 orang.

Kualitasnya dan kuantitas pembuatannya yang sangat apik, juga mulai dikenal hingga ke tingkat Asia. Di antaranya Filipina.(banjarmasinpost.co.id/helriansyah)

Penulis: Herliansyah
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved