Berita Tabalong

Pemkab Tabalong Tingkatkan Jumlah Produksi Pertanian dengan Cara Tanam Dua Kali Setahun

Pemerintah Daerah Kabupaten Tabalong saat ini terus berupaya untuk meningkatkan jumlah hasil produksi pertanian dengan tanam dua kali dalam setahun.

Pemkab Tabalong Tingkatkan Jumlah Produksi Pertanian dengan Cara Tanam Dua Kali Setahun
banjarmasinpost.co.id/reni kurniawati
Bupati Tabalong Anang Syakhfiani saat melihat pertanian warga di Kecamatan Haruai, Tabalong. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, TANJUNG - Pemerintah Daerah Kabupaten Tabalong saat ini terus berupaya untuk meningkatkan jumlah hasil produksi pertanian. Salahsatunya adakah dengan memperluas lahan pertanian yang bisa melakukan tanam dua kali dalam satu tahun.

Kepala Dinas Pertanian Johan Effendi mengatakan hasil produksi beras di Tabalong memang sudah surplus dan bisa membantu memenuhi kebutuhan beras daerah lain. Namun meskibdemikian upaya prningkatan jumlah produksi ini terus dilakukan.

"Secara fisik membangun saluran dan pintu air agar petani dapat mengatur air dimusimbpenghujan dan kemarau," ujarnya.

Dinas Pertanian juga terus membentuk petanibyang berpengetahuan sehingga bisa mebgatasi oermasalahan dan kendala saat dilajukannya tanam.

Baca: Omzet Harian Acil Helmah Meroket Hingga 200%, Ternyata Ada GrabFood yang membantunya

Baca: Momen Pelukan Naomi Zaskia ke Sule Saat Pisah di Bali, Rizky Febian Tak Terlihat

Salah satu desa yangbtengahbdiuoayakan bisa tanam dua kali adalah Desa Nawin Kecamatan Haruai yang sebagian besar merupakan petani. Sayangnya selama ini tanam padi baru dilakukan sekali dalam setahun karena pada musim kemarau air untuk mengaliri lahan pertanian.

Namun saat ini para petani bisa mulai mengupayakan untuk tanam dua kali, pasalnya Pemerintah Daerah Tabalong melalui Dinas PUPR membangun embung desa yang bisa menampung air tadah hujan.

Marhani Kepala Desa Nawin mengatakan pihaknya telah membangun jalan usaha tani untuk memudahkan warga dalam mengangkut hasil pertanian. Dengan bantuan pembangunan embung padi diharapkan bisa mengairi area persawahan seluas 90 hektar yang berada disekitar embung.

"Untuk mengalirkan sawah hingga ke lahan pertanian yang letaknya cukup jauh terdapat irigasi, hanya saja masih belum ada pintu air untuk mengaturnya," ujarnya.

Marhani berharap pemerintah daerah kembali melanjutkan pembangunan dengan memasang pintu air dan adanya penampungan air yang lebih tinggi sehingga pengaturan air tidak memerlukan mesin pompa. (Banjarmasinpost.co.id/Reni Kurniawati)

Penulis: Reni Kurnia Wati
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved