Berita Tanahlaut

Penyesuaian Tarif Sewa Tempat Usaha di Rest Area Gunung Kayangan Tala dari Rp 30.000 jadi Rp 180.000

Penyesuaian tarif baru untuk rest area Gunungkayangan, Tanahlaut, nampaknya berpengaruh pada sejumlah penyewa warung.

Penyesuaian Tarif Sewa Tempat Usaha di Rest Area Gunung Kayangan Tala dari Rp 30.000 jadi Rp 180.000
banjarmasinpost.co.id/isti rohayanti
Sejumlah warung di Rest Area Gunung Kayangan Tanahlaut, nampak sepi pengunjung. Hanya terlihat pedagang yang sedang beraktivitas. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Penyesuaian tarif baru untuk rest area Gunungkayangan, Tanahlaut, nampaknya berpengaruh pada sejumlah penyewa warung. Beredar pula informasi adanya penyewa yang menolak dan menerima atas keputusan tersebut.

Penetapan tarif sewa untuk tempat usaha di kawasan rest area itu memang diakui oleh Kabid Usaha Jasa Pariwisata, Dinas Pariwisata Kota Pariwisata Kabupaten Tanah Laut, M Hadiat Wicaksono ada kenaikan.

Sebutnya, merujuk Perbup Nomor 23 Tahun 2019, yang baru ditetapkan April 2019 lalu, penyesuaian tarif menjadi lebih tinggi dibanding sebelumnya.

Dimana pada Januari 2019 lalu, para pedagang telah diberikan kelonggaran untuk membayar Rp 1.000 perhari atau Rp 30.000 perbulan. Terhitung Juli 2019, tarif pun menjadi Rp 180.000.

"Ini sudah jadi kesepakatan Dinas Pariwisata Kabupaten Tanahlaut dengan para pedagang disana. Kami juga sudah melakukan tandatangan persetujuan dengan mereka," ucap Hadiat, mewakili Plt Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Tanahlaut, Lutfiati Uyun, Rabu (26/6/2019).

Baca: Tarif Sewa Tempat Usaha di Rest Area Gunung Kayangan Tanahlaut Naik, Ini Harapan Pemilik Warung

Ia menerangkan, sebelumnya Dinas Pariwisata juga telah memberikan toleransi kepada para pedagang tersebut. Yakni dua tahun tempat usaha tidak dipungut biaya. Sehingga ujar Hadiat para pedagang diharapkan bisa berkomitmen dengan apa yang sudah mereka setujui.

Sebelumnya tarif awal yang ditawarkan ke para pedagang mencapai Rp 300.000. Namun karena ada permintaan tertulis dari pedagang, sehingga jumlah itupun diturunkan. Hal itu juga ujar Hadiat berdasarkan kebijakan dari Bupati Tanahlaut, Sukamta.

Selain itu jelasnya, penghasilan dari yang dibayarkan oleh pedagang yang mengisi 18 unit warung itupun bakal masuk PAD. Manfaatnya juga bakal dikembalikan ke pedagang dan pengunjung.

Baca: Penertiban Pajak Sarang Walet Batola, DPMPTSP Tunggu Dana APBD Perubahan 2019

Sepengetahuan Hadiat pula, pada rest area nantinya bakal dilengkapi dengan sejumlah fasilitas. Penambahan sarana prasarana itu ujarnya untuk menarik minat pengunjung ke tempat tersebut.

Namun karena masih dalam perencanaan, ia pun tidak membeberkan secara lengkap mengenai bentuk fasilitas yang bakal disediakan.

(Banjarmasinpost.co.id/isti rohayanti)

Penulis: Isti Rohayanti
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved