Berita Batola

Portal Besi Baja WF Jembatan Sungai Alalak Mulai Dipasang, Sebelumnya Ditabrak Langsung Hancur

Besi WF atau wide flange adalah salah satu jenis besi yang sering digunakan sebagai rangka besi dari sebuah bangunan agar lebih kuat dan tahan lama.

Portal Besi Baja WF Jembatan Sungai Alalak Mulai Dipasang, Sebelumnya Ditabrak Langsung Hancur
banjarmasinpost.co.id/edi nugroho
Portal jembatan Sungai Alalak II mulai dipasang. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARABAHAN - BALAI Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah XI, akhirnya memasang portal baja Jembatan Sungai Alalak II Tembus Terminal Handil Bakti, sebagai jalan alternatif satu-satunya pascapenutupan Jembatan Sungai Alalak II, penghubung Jalan Brigjen H Hasan Basry, Kayutangi dengan Jalan Trans Kalimantan, Handil Bakti.

Pantuan Rabu (26/6/2019), fondasi portal baja ini mulai dipasang sisi kanan dan kiri jembatan tersebut.

Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional (Satker PJN) Wilayah I Kalsel, Sahriliansyah, membenarkan pemasangan portal dari besi baja WF tersebut. Bahannya dari wide flange (WF). Kalau ditabrak, ada kemugkinan mobilnya yang hancur.

Menurut Iril, panggilan akrab Sahriliansyah, dengan dasar surat dari Bupati Batola Hj Noormiliyani, maka portal akan dibuat secara permanen. Saat ini, pembuatan besi permanen masih diproses l pembuatan portal dengan besi WF.

Baca: Dibekuk Jajaran Polsek Banjarmasin Timur, Mahaputra Kedapatan Simpan 11 Paket Sabu

Besi WF atau wide flange adalah salah satu jenis besi yang sering digunakan sebagai rangka besi dari sebuah bangunan agar lebih kuat dan tahan lama.

“Besi berkonstruksi baja, saya yakin akan akan kuat sekali,” katanya.

Selama ini, sambung Iril, portal yang dipasang di Jembatan Sungai II itu hanya besi ringan saja sehingga sekali tabrak putus atau hancur. Nah, kalau portalnya dari besi WF atau baja, jika ditabrak mobil bisa dipastikan mobilnya akan ringsek. Camat Alalak Kabupaten Batola juga mengkuatirkan jembatan Sungai Alalak II tembus terminal Handil Bakti akan runtuh. Soalnya, sudah tak terhitung lagi truk menerobos portal dan portalnya hancur.

“Truk-truk yang lewat jembatan Sungai Alalak II melebihi kekekuatan jembatan tersebut,” katanya.

Dijelaskannya, Bupati Batola Hj Noormiliyani sudah mengirim surat secara resmi agar Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah XI, membuat portal kuat atau permanen di baja Jembatan Sungai Alalak II Tembus Terminal Handil Bakti.

“Ibu bupati minta agar portal dilengkapi CCTV sehingga terekam mobil siapa yang menabrak portal. Kalau jaga 24 jam ngga mungkin baik petugas dishub atau Satlantas,” katanya.

Baca: Dewan HSS Kompak Setujui Laporan Pertanggungjawaban Bupati HSS Terhadap ABPD HSS 2018

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Barito Kuala, Drs Syamsul Arifin, meminta agar mobil angkutan yang melewati Jembatan Sungai Alalak II Tembus Terminal Handil Bakti sesuai dengan kapasitas dan kemampuan jembatan tersebut sehingga tidak terjadi kerusakan jembatan.

PORTAl besi ringanJembatan Sungai Alalak II Tembus Terminal Handil Bakti, sebagai jalan alternatif satu-satunya  pasca penutupan Jembatan Sungai Alalak, penghubung Jalan Brigjen H Hasan Basry, Kayutangi dengan Jalan Trans Kalimantan, Handil Bakti.
PORTAl besi ringanJembatan Sungai Alalak II Tembus Terminal Handil Bakti, sebagai jalan alternatif satu-satunya pasca penutupan Jembatan Sungai Alalak, penghubung Jalan Brigjen H Hasan Basry, Kayutangi dengan Jalan Trans Kalimantan, Handil Bakti. (banjarmasinpost.co.id/edi nugroho)

“Kami kuatir kondisi Jembatan Alalak II yang sering dilewati secara diam-diam oleh truk bermuatan lebih, terutama pada jam-jam tertentu. Padahal kami sudah memasang rambu-rambu, bahkan portal truk dengan tinggi 2,5 dan 6 ton berat muatan, dilarang melintas. Namun tetap saja ada sopir yang membandel. Mereka biasa melintas tengah malam,” tegas Syamsul.

Menurut Syamsul, jembatan Alalak II memiliki kondisi pondasi yang terbatas sehingga tidak layak dilewati truk bermuatan besar. Belum lagi jika truk tersangkut di portal jembatan ketika berani melewati jalur tersebut.

Jembatan Alalak II selain merupakan jalur yang menghubungkan Kalsel dan Kalteng, juga merupakan jalur vital perekonomian Kabupaten Barito Kuala. Jika Jembatan Alalak runtuh, maka akan berdampak besar pada perekonomian Kabupaten Barito Kuala. (Banjarmasinpost.co.id/edi nugroho).

Penulis: Edi Nugroho
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved