Berita Tabalong

RSUD Badaruddin Kasim Murung Pudak Tambah 200 Tempat Tidur Pasien, Tingkatkan Fasilitas Layanan

Pemerintah Daerah Kabupaten Tabalong terus berupaya untuk meningkatkan fasilitas Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Baddaruddin Kasim di Desa Maburai.

RSUD Badaruddin Kasim Murung Pudak Tambah 200 Tempat Tidur Pasien, Tingkatkan Fasilitas Layanan
banjarmasinpost.co.id/reni kurniawati
RSUD Badaruddin Kasim, Maburai, Kecamatan Murung Pudak, Kabupaten Tabalong. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, TANJUNG – Pemerintah Daerah Kabupaten Tabalong terus berupaya untuk meningkatkan fasilitas Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Baddaruddin Kasim di Desa Maburai Kecamatan Murung Pudak, hal ini dilakukan sebagai upaya agar seluruh pasien bisa dirawat di RSUD Baddaruddin Kasim di Maburai tidak lagi menggunakan ruangan di RSUD Baddaruddin Tanjung.

Kepala Dinas Kesehatan dr Taufiqurrahman mengatakan Pemerintah Daerah tahun ini kembali menganggarkan untuk pembangunan infrastruktur di RSUD Badaruddin Kasim yaitu ruang rawat inap kelas III yang dibangun dengan dua lantai, rawat inap super vip dan vip satu lantai. Fasilitas lain juga akan dibangun seperti masjid dan medical center.

“Pembangunan menggunakan dara APBD, untuk bangunan baru diperkirakan bisa menampung untuk 200 bed,” ujarnya. Dengan adanya penambahan fasilitas ini diharapkan bisa segera mempercepat pemindahan rumah sakit lama. Pasalnya sampai saat ini bangunan di rumah sakit lama juga masih digunakan.

dr Taufiqurrahman menambahkan untuk mempersiapkan seluruh pelayanan dilakukan di RSUD Baddaruddin Kasim juga perlu untuk penambahan dokter spesialisa yang juga tengah diupayakan saat ini.

Baca: Bus Pelajar Gratis Pemda Tanahlaut Bakal Operational, Ada Beberapa Pilihan Trayek

Rencana ini jelas disambut baik oleh masyarakat Kabupaten Tabalong, terlebih dengan dibaginya menjadi dua tempat pelayanan juga membuat warga kebingungan. Karena harus dibawa kerumah sakit mana dan pembagiannya seperti apa tidak banyak diketahui oleh warga.

Rumah sakit lama di Tanjung masih digunakan untuk ruang rawat inap bedah seluruh kelas, ruang inap bersalin seluruh kelas, ruang inap penyakit dalam kelas III.

“Pelayanan Hemodialisa dan kamar operasi juga masih dilakukan di rumah sakit lama, pasien tetap melakukan pendaftaran di Maburai jika kemudian memerlukan perawatan inap di rumah sakit lama akan diantarkan menggunakan ambulan rumah sakit,” ujarnya.

Untuk pemeriksaan dokter akan melakukan pemeriksaan di rumah sakit lama untuk memeriksa pasien rawat inap dan melanjutkan pelayanan poli di Maburai, atau bisa juga sebaliknya memberikan pelayanan di poli terlebih dulu baru melakukan pemeriksaan di pasien rawat inap.

Baca: NEWSVIDEO : Bertahan Dengan Alat Tenun Tradisional, Kain Tenun Pagatan Dikenal Hingga Luar Negeri

Wanto salah satu warga mengatakan dengan adanya dua rumah sakit yang masih beroperasi memang kadang membingungkan. Karena saat ingun periksa harus memeriksakan ke rumah sakit mana.

"Saar mengunjungi keluarga yang sakit juga pernah salah dikira yang di Maburai ternyata yang di Tanjung. Dengan dijadikan satu diharapkan bisa lebih memudahkan warga," ujarnya. (Banjarmasinpost.co.id/Reni kurniawati)

Penulis: Reni Kurnia Wati
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved