Berita Tanahlaut

Supriadi Bayarkan Lima Juta Rupiah Pertahun untuk Setoran Parkir di Rest Area Gunung Kayangan

Lokasi lahan parkir di rest area Gunung Kayangan, Ambungan, Kecamatan Pelaihari nampak sepi. Padahal di lokasi tersebut tersedia beberapa zona parkir,

Supriadi Bayarkan Lima Juta Rupiah Pertahun untuk Setoran Parkir di Rest Area Gunung Kayangan
banjarmasinpost.co.id/isti rohayanti
Jejeran warung di rest area Gunung Kayangan Tanahlaut, nampak sepi pengunjung. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI- Lokasi lahan parkir di rest area Gunung Kayangan, Ambungan, Kecamatan Pelaihari nampak sepi. Padahal di lokasi tersebut tersedia beberapa zona parkir yang nampak layak. Bahkan diberi penanda "Parkir Roda 2" dan "Parkir Roda 4", Rabu (26/6/2019).

Namun rupanya kondisi sepinya tempat parkir memang sudah terbiasa di lokasi itu. Pasalnya, pengunjung kebanyakan memilih parkir di dekat warung yang mereka singgahi di rest area.

Sebagaimana yang diutarakan oleh pengelola parkir rest area Gunung Kayangan, Supriadi, para pengunjung ujarnya dibiarkan memilih lokasi tempat meletakan kendaraan.

Selain itu jelas lelaki tersebut, apabila tempat parkir fokus pada satu lokasi, maka dianggap tidak berimbang pada warung yang lain.

Pasalnya, posisi warung atau tempat usaha di kawasan rest area diatur secara berjejer dan berseberangan. Sehingga ada jalan yang bisa dilintasi mobil pada bagian tengahnya. Sementara lokasi parkir berada di bagian pojok warung-warung tersebut. Berdekatan dengan toilet umum yang tersedia.

Baca: Tarif Sewa Tempat Usaha di Rest Area Gunung Kayangan Tanahlaut Naik, Ini Harapan Pemilik Warung

Supriadi menyampaikan, pengelolaan parkir dikawasan itu dilakoni oleh pihak ketiga, yakni ayahnya. Pihaknya melakukan kontrak dengan Dinas Pariwisata Kabupaten Tanahlaut persatu tahun sekali. Hingga saat ini sebut Supriadi, sang ayah sudah dua tahun kontrak untuk parkir tersebut.

Pertahunnya, untuk pembayaran pengelola fasilitas, Supriadi membayarkan Rp 5.000.000 untuk Dinas Pariwisata Kabupaten Tanahlaut. Adapun tarif parkir yang diberlakukan yakni Rp 1.000 untuk kendaraan roda dua dan Rp 2.000 untuk kendaraan roda empat atau mobil.

Ia juga memperlihatkan perjanjian kontrak antara kedua belah pihak. Tertulis mengenai penerimaan dan penyetoran pengelolaan fasilitas parkir dan toilet.

Dimana untuk parkirnya, Supriadi wajib menyetorkan Rp 4.200.000 pertahun. Sementara untuk toilet yakni Rp 800.000 pertahun.

Angka itu ujar Supriadi sebelum adanya surat atau peraturan baru yang dikirimkan kepadanya. Sebutnya, Dinas Pariwisata Kabupaten Tanahlaut kembali memberikan edaran tarif baru. Lantas sepengetahuannya, ia juga bakal ditarget untuk menaikan jumlah setoran.

Halaman
12
Penulis: Isti Rohayanti
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved