Berita Tanahlaut

Tarif Sewa Tempat Usaha di Rest Area Gunung Kayangan Tanahlaut Naik, Ini Harapan Pemilik Warung

Selama hampir dua tahun terakhir, perempuan yang tinggal di Ujungbatu, Tanahlaut ini kerab mendapatkan rejeki yang tidak bisa diprediksi.

Tarif Sewa Tempat Usaha di Rest Area Gunung Kayangan Tanahlaut Naik, Ini Harapan Pemilik Warung
banjarmasinpost.co.id/isti rohayanti
Jejeran warung di rest area Gunung Kayangan Tanahlaut, nampak sepi pengunjung. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Hampir dua tahun sudah, penyewa tempat usaha di rest area Gunung Kayangan, Tanahlaut, Khusnul Khotimah berjualan di kawasan tersebut. Ia mendapatkan sejumlah fasilitas dari Dinas Pariwisata Kabupaten Tanahlaut yang mengelola kawasan rest area.

Selama hampir dua tahun terakhir, perempuan yang tinggal di Ujungbatu, Tanahlaut ini kerab mendapatkan rejeki yang tidak bisa diprediksi. Sesekali banyak apabila tempat jualannya ramai. Pernah pula hanya laku segelas kopi dalam sehari.

"Pernah saya itu pas jualan dari pagi sampai malam, hanya membuat satu gelas kopi saja. Itupun harganya Rp 3.000," ucap Khusnul, saat ditemui di rest area Gunungkayangan, Rabu (26/6/2019).

Pantauan Banjarmasinpost.co.id, pada kawasan tersebut memang nampak sepi. Tempat parkir pun tidak terisi kendaraan. Hanya saja ada beberapa unit mobil yang mampir sebentar.

Baca: Perda Revolusi Hijau Kalsel Mewajibkan 10 Persen Dana CSR untuk Penanaman dan Penghijauan

Ketersediaan lahan parkir di kawasan tersebut nampaknya juga tidak dimanfaatkan secara penuh. Pasalnya, pengunjung yang datang lebih memilih parkir di muka warung yang dikehendaki. Sehingga tempat parkir khusus, baik roda dua maupun roda empat terlihat kosong.

Ramai atau tidaknya rest area, ujar Khusnul tergantung pada moment tertentu. Sebagaimana pada musim lebaran Juni 2019 kemaren. Selain itu pada tahun baru dan musim liburan lainnya.

Melihat kondisi yang bisa juga dianggap kurang peminat itu, Khusnul khawatir tidak dapat memenuhi kenaikan tarif yang diminta oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Tanahlaut. Meski beberap pedagang lainnya telah setuju. Walaupun bisa membayar dengan angka Rp 180.000 perbulan. Namun ia mempertanyakan mengenai penghasilan.

"Untuk mengembalikan modal saja kami kadang susah," ungkapnya.

Sebelumnya ujar Khusnul, biaya pembayaran sewa setiap unit tempat usaha tersebut terhitung Rp 1.000 perhari. Total dalam satu bulan Rp 10.000. Belum lagi untuk penggunaan listrik dan air.

Baca: Surat Edaran DPP Golkar Tetapkan Faktor Perolehan Suara Tak Lagi Kriteria Utama Penentu Ketua Dewan

Pada lima bulan terakhir, ia membayar Rp 150.000 untuk total keseluruhan. Beruntung ujar Khusnul, saat itu uangnya memang ada. Karena ada penghasilan pascalebaran. Sementara apabila tidak ada moment, maka warung bakal kembali sepi.

Kenaikan tarif untuk sewa tempat usaha tersebut bakal diberlakukan Juli mendatang. Pembayaran pertama terhitung 17 Juli 2019. Hingga berlanjut sampai ada peraturan baru.

Khusnul tidak memungkiri, tarif memang sudah kesepakatan kelompok pedagang disana. Namun ia tetap berharap agar pemerintah mau mempertimbangkan kembali. Jika pun tetap naik sebut Khusnul, ada baiknya kawasan itu dilengkapi dengan sejumlah fasilitas.

"Di rest area ini yang menarik hanya patung sapi. Andaikan ada fasilitas lain, seumpama tempat bermain ,maka juga akan memicu minat warga atau pengendara untuk mampir," ucap Khusnul.

Sebutnya, apabila pengelolaan dilengkapi dengan sejumlah fasilitas tersebut dan kenyamanan parkir, maka bisa saja para orangtua mulai membawa anak mereka ke tempat itu. Sembari anak bermain, tempat usaha pun diperkirakan bakal laku.

(Banjarmasinpost.co.id/isti rohayanti)

Penulis: Isti Rohayanti
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved