Berita Nasional

Temukan Empat Korban Dugaan Penyiksaan, Amnesty International Indonesia Sebut ini

Amnesty International Indonesia menemukan setidaknya ada empat korban dugaan penyiksaan yang dilakukan personel Brimob saat kerusuhan 21-22 Mei 2019

Temukan Empat Korban Dugaan Penyiksaan, Amnesty International Indonesia Sebut ini
KOMPAS.com/Devina Halim
Peneliti Amnesty International Indonesia, Papang Hidayat, di kantornya, Jakarta Pusat, Selasa (25/6/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Amnesty International Indonesia menemukan setidaknya ada empat korban dugaan penyiksaan yang dilakukan personel Brimob saat kerusuhan 21-22 Mei 2019 di Jakarta.

Peneliti Amnesty International Indonesia Papang Hidayat mengatakan, kejadian tersebut terjadi di sebuah lahan kosong di Kampung Bali, Jakarta Pusat, pada 23 Mei 2019 pagi.

"Kita mengindentifikasi ada 5, paling sedikit 4, jadi ada 4 korban lainnya di Kampung Bali pada saat bersamaan. Ini kejadian di situ sekitar pukul 05.30 WIB ada personel Brimob yang memaksa masuk dibukain pintu oleh petugas service parking," kata Papang saat di kantornya, Jakarta Pusat, Selasa (25/6/2019).

Setelah berusaha masuk, polisi kemudian melakukan penangkapan yang diduga disertai kekerasan, termasuk orang yang sedang tidur.

Baca: Curhat Zaskia Sungkar Kerap Ditanya Hamil Setelah 8 Tahun Dinikahi Irwansyah

Baca: Ucapan Perpisahan Meriam Bellina pada Hotman Paris Terungkap Saat Ditanya CLBK

Baca: Kabar Roro Masih Kecanduan Narkoba di Dalam Penjara Diungkap Pengacara

Baca: 3 Oknum Guru SMP Paksa 3 Muridnya Berhuibungan Intim Gara-gara Tepergok Pacaran dan Curhat

Papang menambahkan bahwa pihaknya mendapat informasi dari para saksi bahwa banyak orang yang melempar batu dari area parkir tersebut.

Namun, catatan dari Amnesty adalah polisi tidak bisa memilah mana pelaku mana yang bukan.

"Memang ada penuturan dari para saksi ada banyak orang itu melakukan pelemparan batu dari dalam dalam parking itu. Tapi ternyata seperti yang kita sebutkan di sini, aparat Kepolisian Brimob itu tidak bisa memilah mana orang yang melakukan kekerasan dan mana yang tidak," ujarnya.

Papang mengatakan, luka yang dialami korban seperti lebam hingga luka berat di kepala.

Menurut Amnesty, pihaknya juga menerima video dugaan penyiksaan oleh anggota polisi.

Salah satunya adalah dugaan kekerasan saat polisi menangkap beberapa orang di sekitar Fave Hotel di Kampung Bali.

Video lain yang diterima menggambarkan dugaan penganiayaan oleh personel Brimob di sekitar kawasan Sabang, Jalan Agus Salim, Jakarta Pusat.

Amnesty pun berharap adanya penyelidikan yang independen dan efektif terhadap dugaan penganiayaan selama kerusuhan di Ibu Kota.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Amnesty Internasional Indonesia Temukan 4 Korban Diduga Dianiaya Aparat saat Kerusuhan 21-22 Mei"

Editor: Edinayanti
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved