Ragam Hal Unik Tradisi Budaya Kapuas

Rutin Digelar, Ritual Balian Mamapas Lewu Dipercaya Bersihkan Kampung dari Hal Buruk

Balian Mamapas Lewu merupakan ritual yang selalu menjadi rangkaian acara saat Hari Jadi Kota Kualakapuas setiap tanggal 21 Maret.

Rutin Digelar, Ritual Balian Mamapas Lewu Dipercaya Bersihkan Kampung dari Hal Buruk
Dokumentasi BPost
Wakil Bupati Kapuas H M Nafiah Ibnor bersalaman dengan para basir atau balian sebelum melepas rombongan ritual Balian Mamapas Lewu dalam rangka Hari Jadi ke – 213 Kota Kuala Kapuas dan Hari Ulang Tahun ke – 68 Pemerintah Kabupaten Kapuas, di Balai Agama Hindu Kaharingan Jalan Melati Kota Kuala Kapuas, Rabu (20/3/2019) lalu. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KUALAKAPUAS - Balian Mamapas Lewu merupakan ritual yang selalu menjadi rangkaian acara saat Hari Jadi Kota Kualakapuas setiap tanggal 21 Maret.

Ritual ini juga dilaksanakan pada saat menjelang Hari Jadi ke-213 Kota Kuala Kapuas, Maret lalu.

Wakil Bupati Kapuas HM Nafiah Ibnor melepas secara resmi kegiatan tersebut di Balai Agama Hindu Kaharingan Jalan Melati Kota Kualakapuas

Dengan lantunan musik tradisional Hindu Kaharingan, rombongan dengan iring-iringan mobil yang dipimpin oleh Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Kabupaten Kapuas Talinting E Toepak, kala itu.

Baca: 8 Fraksi Setujui Raperda LPJ Tahun Anggaran 2018, Begini Reaksi Bupati Tanahbumbu

Baca: Kisah Irish Bella Sempat Tak Ingin Dijodohkan dengan Ammar Zoni Setelah Putus dari Giorgino Abraham

Baca: Gambarkan Kegigihan Masyarakat Dayak di Kualakapuas, Begini Tradisi Laluhan Dilestarikan

Baca: Tergoda Dinikahi Pria China, Monika Dijual Hingga Alami Kekerasan, Kabur Setelah Kuasai Bahasa China

Para rombongan masuk ke dalam setiap ruangan berkeliling sambil membaca doa-doa ritual adat diiringi tabuhan katambung.

Ada 13 lokasi yang dituju yaitu Rumah Jabatan Bupati, Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Kapuas, Dinas PUPRPKP, BAPPEDA, Kantor DPRD, Rujab Wakil Bupati Kapuas, Rujab Ketua DPRD, Kodim 1011-KLK, Polres Kapuas, Rumah Jabatan Sekretaris Daerah, Kantor Bupati Kapuas, Betang Sei Pasah dan Citimall Kapuas.

"Ritual tersebut bertujuan untuk membersihkan kampung atau daerah dari hal-hal buruk atau menolak bala," kata Sulatin, selaku Tokoh Agama Hindu Kaharingan Kabupaten Kapuas kala itu.

(banjarmasinpost.co.id/fadly sr)

Penulis: Fadly Setia Rahman
Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved